Penyerahan berkas pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon, oleh tim pemenangan balon firdaus di DPC PDIP Kota Cilegon, Senin (16/9/2019). (Foto: TOPmedia)
Penyerahan berkas pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon, oleh tim pemenangan balon firdaus di DPC PDIP Kota Cilegon, Senin (16/9/2019). (Foto: TOPmedia)

Penjaringan Balon Walikota dan Wakil Walikota Oleh PDIP Cilegon Sepi Peminat

CILEGON, TOPmedia - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Cilegon, yang  membuka pendaftaran dan penjaringan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon pada Pilkada 2020, sepi peminat. Pasalnya, pendaftaran yang dibuka sejak 9 September hingga hari ini baru dua orang yang mendaftar.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris panitia penjaringan Agus Suparman. Menurutnya, dari hari pertama pembukaan hingga hari ini hanya ada dua orang yang mendaftarkan diri untuk menjadi bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon pada Pilkada 2020.

"Yang mengambil formulir ada dua, yaitu Ketua DPC pak Reno Yanuar dan pak Firdaus. Keduanya sudah mengembalikan formulir, pengembalian formulir ini akan ditutup hingga tanggal 18 September besok, " ujar Agus, usai menerima pengembalian formuli milik salah satu bakal calon, di DPC PDIP Kota Cilegon, Senin (16/9/2019).

Ia mengatakan, ada beberapa kemungkinan atau alasan yang menyebabkan pendaftaran yang sepi peminat tersebut, yakni waktu yang masih jauh atau terlalu panjang sehingga mereka masih berpikir. Namun, hal tersebut tidak menjadi persoal karena diawal pihaknya pun menargetkan minimal dua pasang calon yang mendaftar. "Untuk penjaringan kali ini kami targetkan minimal ada dua bakal calon yang daftar," katanya.

Agus juga mengungkapkan, alasan dibukanya pendaftaran paling awal adalah karena instruksi penjaringan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Dimana pihaknya ditargetkan sudah harus setor nama pada 23 September mendatang.

"Instruksi dari DPD sampai tanggal 22 kita harus sudah menyerahkan, selanjutnya tanggal 23 harus sudah ke DPP. Untuk selanjutnya, jika DPP merasa perlu untuk memperpanjang masa pendaftaran itu menjadi urusan pusat," ujarnya menandaskan. (Ik/Red)

berita terkait

Komentar

pCloud Premium