Foto ilustrasi. (Foto: Net)
Foto ilustrasi. (Foto: Net)

Pengaruh Usia Terhadap Kualitas Sperma

TOPmedia - Berbicara tentang kesuburan, usia juga sangat berpengaruh pada pria. Dalam hal kesuburan, pria juga memiliki jam biologis sama halnya dengan wanita. Walaupun pria berusia 80 tahun masih bisa menjadi seorang ayah, tapi butuh waktu lama baginya untuk membuahi.

Semakin berumur, makin banyak waktu yang dibutuhkan pria untuk membuahi. Dikutip dari boykepedia.com, testosteron juga mengalami penurunan seiring bertambahnya usia pria. Hal ini juga berpeluang besar untuk menjadi seorang ayah dengan anak yang mengalami masalah kromosom.

Jadi kesimpulannya, walaupun seorang pria tetap bisa memproduksi sperma dalam usia tua, tidak berarti bahwa spermanya berkualitas tinggi.

Kenapa demikian? Kualitas dan volume air mani menurun selaras dengan pertambahan usia pria. Pria yang lebih tua memproduksi sperma yang lebih sedikit dan lebih lambat. Ini menyebabkan sperma menjadi lebih sulit untuk mencapai sel telur dan melakukan pembuahan.

Bentuk (morfologi) sperma juga menurun kualitasnya. Bentuk ini penting karena memberikan indikasi konten genetik sperma. Jumlah sperma cacat yang banyak berarti memperbesar peluang terjadinya komplikasi. Sperma yang cacat juga kurang memiliki kemungkinan untuk membuahi sel telur.

Ini berarti, persentase jumlah sperma rusak yang terdapat dalam air mani pria berusia diatas 35 tahun, lebih banyak dibanding pria yang lebih muda.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pria untuk menjaga kesuburan. Di antaranya, makan makanan sehat. Mengubah gaya hidup, termasuk pola makan agar terhindar dari obesitas, sehingga kualitas sperma bisa terjaga.

Sebagai catatan, pria yang tidak bisa membuahi juga bisa disebabkan oleh kemandulan. Untungnya, penyebab kemandulan pria lebih mudah diidentifikasi ketimbang wanita. Beberapa masalah yang cenderung dialami pria yang lebih tua yaitu rendahnya jumlah sperma, tersumbatnya saluran ejakulasi, infeksi pada testis, dan disfungsi ereksi.

berita terkait

Komentar