RSUD Banten.*
RSUD Banten.*

Pembangunan Gedung Rawat Inap dan Bedah RSUD Banten Mangkrak

SERANG, (TOPmedia) - Pembangunan gedung rawat inap dan bedah RSUD Banten terbengkalai. Proyek yang akan menghabiskan dana sebesar Rp7 Miliar tersebut hingga kini tak kunjung dilanjutkan.

Mangkraknya pembangunan yang dibiayai APBN dan APBD Banten tersebut diduga imbas dari kasus korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) yang menjerat mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan adiknya mantan Ketua Kadin Banten Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

“Ada kaitannya dengan permasalahan Alkes," kata Kasubag Umum RSUD Banten, Asep Rohana. Sementara, dampak dari mangkraknya pembangunan tersebut, pihak RSUD kini menggunakan ruang bedah sementara dengan kondisi luas ruangan yang terbatas.

“Kita gunakan ruangan sementara, jumlahnya memang terbatas hanya enam ruang, tapi untuk ruang bedah memang lebih besar," ujar Direktur RSUD Banten, drg. Hesti Hendarti.

Hesti mengatakan, pasca libur Lebaran, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit berplat merah tersebut meningkat, terutama pasien bedah."Karena belum memadai, kita gunakan ruang sementara,” pungkasnya.(Red 1)

berita terkait

Komentar