Belt Conveyor (alat angkut material bahan baku semen milik PT.Cemindo Gemilang produsen Semen Merah Purih) di Desa Pamubulan Kecamatan Bayah, Kab. Lebak (foto:topmedia)
Belt Conveyor (alat angkut material bahan baku semen milik PT.Cemindo Gemilang produsen Semen Merah Purih) di Desa Pamubulan Kecamatan Bayah, Kab. Lebak (foto:topmedia)

Pembangunan Belt Conveyor PT. Cemindo Gemilang Tak Miliki Izin IMB?

LEBAK, TOPmedia- Aktivitas belt conveyor sebagai alat angkut material bahan baku semen milik PT.Cemindo Gemilang produsen Semen Merah Purih yang berada di jalur ruas jalan nasional III Bayah -Cibareno (batas Jabar-Banten) dengan panjang sekitar 12 Km Diduga belum melengkapi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Dijelaskan Mamik Slamet, penggiat sosial di Kabupaten Lebak, PT. Cemindo Gemilang yang disebut-sebut sebagai perusahaan multi nasional terbesar se- Asia Tenggara itu masih belum memiliki kelengkapan Izin mendirikan bangunan-bangunan pada, diatas dan dibawah ruang milik jalan.

Kata Mamik, terdapat lima lintasan belt conveyor di ruas jalan nasional III Bayah-Cibareno (perbatasan Jabar - Banten).

"Saya memiliki bukti-bukti bahwa perusahaan tersebut belum mengantongi ijin/rekomendasi/dispensasi/prinsip mendirikan bangunan sebagaimana permen PU No 20/PRT/M/2010," ujar Mamik, Minggu (18/09/2016).

Dijekaskan Mamik, ada indikasi bahwa Satker Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah IV seolah membiarkan pembangkangan kegiatan usaha yang unprosedural dengan peraturan perundang-undangan. 

Seharusnya Satker BBPJN IV merekomendasikan kepada Kementerian PUPR untuk memberikan sanksi penutupan aktifitas belt conveyor milik pt Cemindo Gemilang.

"Jadi kami minta pihak Kementerian PUPR segera melakukan penutupan aktivitas belt conveyor milik PT. Cemindo Gemilang tersebut,"tegas Mamik. (Ags/Red).

berita terkait

Komentar