Juru bicara Bandan Anggaran DPRD Banten Budi Prayogo memberikan keterangan pada media (Foto : Topmedia)
Juru bicara Bandan Anggaran DPRD Banten Budi Prayogo memberikan keterangan pada media (Foto : Topmedia)

Pembahasan APBD Banten 2022 Dipercepat, Dewan: Serapan Juga Harus Cepat

SERANG, TOPmedia - DPRD Banten menyetujui usulan RAPBD Provinsi Banten Tahun 2022 menjadi Perda. APBD Provinsi Banten tahun 2022 diperkirakan mencapai Rp.12,1 triliun lebih, terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp.7,793 triliun lebih dan pendapatan transfer Rp.4,393 triliun lebih.

Juru bicara Badan Anggaran DPRD Banten Budi Prayogo mengatakan, dengan  dipercepatnya pembahasan RAPBD Banten tahun 2022 diharapkan bisa cepat disahkan. Dan sudah sepatutnya  dibarengi juga dengan realisasi serapan anggarannya kedepan.

"Harapannya APBD mulai dijalankan di awal Januari (2022) karena  kita (Banten,Red) termasuk  yang cepat dalam membahas ini (APBD 2022)," kata Budi, kepada www.topmedia.co.id, Selasa (23/11/2021).

Menurutnya, dengan semakin dipercepatnya serapan APBD Banten, diharapkan akan semakin cepat pula dampak yang ditimbulkan hasil pembangunan yang dicapai dalam memajukan perekonomian masyarakat.

Pada sisi lain, pihaknya berharap kepada OPD terkait yang mengurusi soal pendapatan sektor pajak bisa selalu optimis dalam mengejar target yang ditetapkan.

"Mengingat beberapa tahun ini melambat. harapannya tahun ini covid-19  melandai, sehingga ekonomi bisa menggeliat lagi," katanya.

Secara terperinci Budi mengatakan, dari total APBD Provinsi Banten tahun 2022 tersebut, PAD Provinsi Banten ditarget mencapai Rp.7,793 triliun lebih termasuk pendapatan transfer Rp.4,393 triliun lebih.

Dimana, untuk PAD bersumber dari pajak daerah sebesar Rp.7,2 triliun lebih, selanjutnya, penerimaan retribusi daerah sebesar Rp.20,284 milyar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp. 52,966 miliar lebih, PAD yang sah sebesar Rp.435,989 miliar lebih.

Sedangkan untuk pendapatan transfer mencapai Rp.4,393 triliun lebih terdiri dari dana bagi hasil sebesar Rp.612,396 miliar lebih, dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp.1,07 triliun lebih, dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp. 2,694 triliun lebih, dana insentif daerah sebesar Rp.15,487 milyar lebih, lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp.6,200 miliar lebih, pendapatan hibah sebesar Rp.6.200 milyar.

"Dengan belanja sebesar Rp.12,738 triliun lebih atau defisit sekitar Rp.554 miliar," katanya.

Sedangkan untuk belanja daerah tahun 2022, APBD Provinsi Banten diproyeksikan terdiri dari belanja operasi sebesar Rp.7,663 trilun lebih, belanja pegawai sebesar Rp.2,150 trilun lebih, belanja barang dan jasa sebesar Rp.3,410 triliun lebih, belanja bunga  sebesar Rp.1.575 miliar, belanja hibah Rp. 2,043 triliun, belanja bantuan sosial Rp.58 miliar, belanja modal  sebesar Rp. 2,090 triliun, belanja modal tanah Rp.486 miliar, belanja modal peralatan dan mesin Rp. 238 miliar,  belanja modal gedung dan bangunan  Rp.963 miliar, belanja modal jalan, jaringan dan irigasi Rp.363 miliar, belanja modal aset tetap lainnya Rp.38 miliar, belanja tidak terduga  Rp.84 miliar, belanja tranfer Rp. 2,900 triluan, belanja bagi hasil Rp.2,771 triliun, belanja bantuan keuangan Rp.128 miliar.(Den/Red)

berita terkait

Komentar