Ilustrasi pencari kerja.
Ilustrasi pencari kerja.

Pemasaran Masih Terkendala, IKM di Kota Cilegon Belum Mampu Tekan Pengangguran

CILEGON, TOPmedia - Industri kecil dan menengah (IKM) di Kota Cilegon belum bisa diharapkan untuk mengurangi angka pengangguran yang masih cukup tinggi di Kota Cilegon. Pasalnya, para pelaku industri kecil dan menengah tersebut masih kesulitan dalam memasarkan produknya.

Hal tersebut juga diakui oleh Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati dan  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon. Menurut Ati, pemasaran dan sentra masih dikeluhkan oleh pelaku IKM. "Kami dorong peran industri (Perusahaa, red) memberikan fasilitas, termasuk juga akan difasilitasi sentra dengan berbagai kebijakan yang nantinya dikeluarkan," ujarnya, Jumat (8/11/2019).

Oleh karena itu, Ati memastikan kedepannya peran industri dan kebijakan pemerintah bisa memfasilitasi pemasaran produk dan sentra IKM, sehingga IKM yang sudah bagus di Kota Cilegon bisa lebih berkembang lagi.

Kendati demikian, Ati mengakui, untuk mengurangi pengangguran IKM masih belum bisa maksimal, melainkan harus dibantu oleh dinas lain. Pasalnya, SDM di IKM tidak seperti industri besar, dimana tenaga kerja IKM hanya satu atau dua orang.

 "Tugasnya bukan hanya Disperindag saja. Itu jadi konsen semua OPD untuk mampu membuat program yang berorientasi ke sana (pemberdayaan, red)," katanya..

Hal senada juga diungkapkan oleh  Kepala Disperindag Kota Cilegon, Tb. Dikrie Maulawardhana. Menurutnya,  tidak mudah untuk menyiapkan lahan sentra IKM. Pasalnya, sekarang ini pembelian lahan harus dilakukan oleh tim dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kendati begitu, pihaknya akan terus mendorong, sehingga pada 2020 sudah ada sentra IKM.

“Tidak mudah sekarang ini. Namun kami nanti survei soal dimana (Tempatnya). Sebab, tempat itu (sentra IKM) harus strategis,” paparnya. (Ik/Red)

berita terkait

Komentar