Koordinator Divisi Penindakan dan Pelaporan Panwaslu Kota Serang, Faridih saat memanggil pengurus partai Demokrat Banten. (Foto: TOPmedia)
Koordinator Divisi Penindakan dan Pelaporan Panwaslu Kota Serang, Faridih saat memanggil pengurus partai Demokrat Banten. (Foto: TOPmedia)

Pelantikan Demokrat Banten Oleh SBY Diduga Melanggar, Panwaslu Panggil Pengurus Partai

SERANG, TOPmedia - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Serang memanggil pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Banten. Pemanggilan tersebut terkait dengan pelantikan pengurus DPD dan DPC Demokrat oleh Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu yang dinilai Panwaslu adanya dugaan pelanggaran.

Koordinator Divisi Penindakan dan Pelaporan Panwaslu Kota Serang, Faridih mengatakan, berdasarkan kajian awal ada dugaan pelanggaran administratif pada saat saat pelantikan, dimana tidak dilakukan di ruang tertutup melainkan di ruang terbuka.

"Kita mengantisipasi, takut ada kampanye apalagi di alun-alun yang notabene tempat lalu-lalang masyarakat Kota Serang, dikhawatirkan masyarakat ikut jadi terkesan kampanye," katanya saat ditemui di Kantor Panwaslu Kota Serang, Rabu (25/4/2018).

Dijelaskan Faridih, dari hasil klarifikasi, pengurus Demokrat Banten mengaku tidak mengundang siapa-siapa hanya mengundang kader saja.

"Kita pun menanyakan apakah pada saat gelaran itu ada penyampaian visi misi program partai. Karena kalau ada itu sudah masuk ranah kampanye," ucapnya.

Pihaknya juga mengaku akan terus mengkaji dan memproses permasalahan ini. Pihaknya dalam waktu dekat akan memeriksa saksi-saksi.

"Bukti-bukti foto sudah ada, jika terbukti akan dikasih teguran. Kita khawatir dampaknya nanti parpol lain akan mengikuti cara yang sama. Saat ini kan belum waktunya kampanye," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pengawas Daerah Provinsi Banten Partai Demokrat, Hermansyah Pepen mengatakan, pihaknya datang memenuhi undangan dari Panwaslu Kota untuk melakukan klarifikasi.

"Semuanya normatif, kita hanya klarifikasi saja. Sudah yah mas cukup," singkat Hermansyah Pepen saat diminta keterangan lebih lanjut. (Riz/Red)

berita terkait

Komentar