Rano karno dan Dimyati Natakusuma.*
Rano karno dan Dimyati Natakusuma.*

PDIP Buka Peluang Dimyati sebagai Pendamping Rano Karno

JAKARTA, TOPmedia - Partai Demokasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah mempertimbangkan nama mantan Bupati Pandeglang Dimyati Natakusuma sebagai pendamping Rano Karno dalam Pilgub Banten 2017.

"Kalau bisa bersama kan bisa lebih ringan, kita tidak akan arogan, kalau (Dimyati) bisa sejalan visi misinya kenapa tidak," kata Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDI Perjuangan, Idham Samawi, ditemui di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (20/8/2016).

Nama Dimyati Natakusuma mulai santer disebut-sebut sebagai pendamping Gubernur Banten Rano Karno yang akan kembali mencalonkan diri dalam Pilgub Banten 2017.

Idham mengatakan, PDIP masih sangat terbuka dengan kemungkinan Dimyati Natakusma masuk dalam bursa calon pendamping Rano Karno untuk Pilgub Banten 2017 mendatang.

Saat ini, sejumlah spanduk yang mengambarkan pasangan Rano Karno- Dimyati Natakusuma (Radim) sudah terpasang di banyak lokasi di beberapa daerah Banten, salah satunya adalah wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Spanduk itu ikut meramaikan pemasangan spanduk pasangan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur Banten lain, seperti pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

Idham Samawi mengungkapkan, kader Rano Karno yang merupakan kader PDIP sudah mendapat surat tugas sebagai dalam Pilgub Banten 2017.

"Tapi memang pak Rano Karno sudah dapat surat tugas, kita lihat apakah Rano Karno bisa melaksanakan surat tugas sesuai partai," kata Idham. Hanya Idham belum mau menjelaskan maksud dari surat tugas dari partai berlambang banteng moncong putih itu.

PDIP sendiri pekan depan akan mengumumkan nama-nama bakal cagub dalam Pilkada serentak untuk wilayah DKI, Lampung, Jawa Tengah, dan Banten. .

"Khususnya untuk daerah basis seperti DKI Jakarta, Jawa tengah, Banten, Lampung, diharapkan Minggu depan sudah semua selesai," ujar politisi senior PDIP itu.

"Ini termasuk suka tidak suka Banten juga masuk kedalam basis PDIP, meksi jumlah suara kurang dari 20 persen di daerah itu," tambahnya.

Itu sebabnya, PDIP hingga kini terus membangun komunikasi politik dengan partai-partai lain yang belum menentukan sikap politiknya. (Wartakota.tribunnews.com)

berita terkait

Komentar