Kepala Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Serang, Muhammad Sungeb (yang duduk). (Foto: TOPmedia)
Kepala Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Serang, Muhammad Sungeb (yang duduk). (Foto: TOPmedia)

Paspor Terduga Pembunuh Kim Joung Nam Tak Terdaftar di Imigrasi Serang

SERANG, TOPmedia - Seorang perempuan berpaspor Indonesia ditangkap dengan dugaan terkait pembunuhan Kakak tiri Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un yaitu Kim Jong Nam. Dalam rilis yang dikeluarkan Kepolisian Kerajaan Malaysia, terduga pelaku pembunuhan bernama Siti Aishah dengan memegang paspor yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Kelas I Serang, Provinsi Banten.

"Setelah kita cek, pemohon paspor atas nama Siti Aishah yang disebut Kepolisian Malaysia tidak terdaftar dalam dokumen keimigrasian Kantor Imigrasi Serang," ungkap Kepala Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Serang, Muhammad Sungeb, saat ditemui di kantornya, Kamis (16/2/2017).

Sungeb menambahkan, pihaknya telah mengecek seluruh pemohon paspor atas nama Siti Aishah. Dari data pemohon tahun 2010 hingga 2017, tidak ditemukan identitas Siti Aishah yang disebutkan kelahiran Serang pada 11 Pebruari 1992.

"Dikarenakan tidak terdaftar pada Kantor Imigrasi Serang, bisa saja dia (Siti Aishah, red) buat paspor di daerah lain. Jika memang demikian, data yang bersangkutan bisa diketahui di kantor Pusdakim pada Ditjen Imigrasi," kata Sungeb didampingi Kasi Wasdakim Reza Alkahfi.

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Kerajaan Malaysia menangkap seorang perempuan berpaspor Indonesia terkait pembunuhan saudara Kim Jong-un. Wanita itu menggunakan paspor Indonesia dengan nama Siti Aishah. Dia ditangkap pada Kamis (16/2) dini hari, sekitar pukul 02.00 waktu setempat di sebuah bandara. Wanita berumur 25 tahun itu untuk sementara akan ditahan selama 7 hari menunggu proses persidangan lebih lanjut.

Sejauh ini, penyebab kematian Kim Jong-nam dan siapa pembunuhnya masih menjadi tanda tanya. Sejumlah saksi mata menyebut Kim Jong Nam telah diracun, namun hal ini masih harus dipastikan melalui uji forensik. (Mat/Red)

berita terkait

Komentar

pCloud Premium