Perlintasan kereta api di Lingkungan Pabuaran, Unyur sudah dipasang palang pintu pasca sering terjadinya kecelakaan. (Foto: TOPmedia)
Perlintasan kereta api di Lingkungan Pabuaran, Unyur sudah dipasang palang pintu pasca sering terjadinya kecelakaan. (Foto: TOPmedia)

Pasca Kecelakaan, Perlintasan Kereta Api di Unyur Dipasang Palang Pintu

SERANG, TOPmedia - Pasca terjadinya kecelakaan yang menewaskan dua orang yaitu Ben Muslim (32) dan istrinya Trisna Ganda Arsiana (32), warga Taman Graha Asri, Kota Serang, di perlintasan kereta api di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, akhirnya dipasang palang pintu.

Diungkapkan Udin, Security Sekolah SMPIT Al Izzah, pemasangan palang pintu merupakan inisiatif dari pihak SMPIT Al Izzah yang lokasinya tidak jauh dari perlintasan dan merupakan sekolah dari anak korban. Menurutnya, sebelum kecelakaan sebenarnya pintu perlintasan pernah dipasang namun rusak kembali.

“Ini murni dari pihak Yayasan (SMPIT Al Izzah) yang ngebangun. Sebenarnya dulu pernah ada juga palang pintunya, gara-gara suka dimainin anak-anak kecil jadi patah lagi. Rencananya ada yang jaga juga nanti dari pihak sekolah, karena selama ini kadang ngandelin saya, tapi saya ga bisa selalu standby karna harus jaga sekolah,” ujarnya.

Dijelaskan Udin, sebelum sering terjadi kecelakaan dan sebelum ada sekolahan, warga sudah beberapa kali meminta kepada PT. KAI agar dibuatkan palang pintu diperlintasan kereta api tersebut. Namun menurut Udin, PT. KAI tidak pernah merespon lantaran pihak PT. KAI mengangap jalan di perlintasan kereta api tersebut bukanlah jalan umum.

"Sebenarnya ini jalan umum mas, selain warga sini dan wali murid sekolah Al Izzah yang melintas, warga dari mana-mana juga sering lewat, soalnya banyak perumahan dan sekolahan, katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Kereta Api Serang, Gungun, saat akan dimintai konfirmasi tidak bisa ditemui di kantornya lantaran sedang ada pekerjaan di luar.

"Nayanya ama pa kepala aja ya mas, saya ga bisa komentar, ada kode etiknya di kita. Jadi kalo ada apa-apa harus sama pa kepala dan saya ga tau pa kepala nya kapan datangnya. Saya minta nomor mas nya aja ya buat nanti dihubungi," ujar salah seorang staf Stasiun Serang yang enggan disebutkan namanya. (Ly/Red)

berita terkait

Komentar