Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy. (Foto: TOPmedia)
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy. (Foto: TOPmedia)

Pasca Beredar Kabar 2 WNI Positif Corona, Pemprov Banten Bakal Inventarisir TKA Cina

SERANG, TOPmedia - Gegernya dunia maya pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengumumkan adanya dua WNI positif terjangkit virus corona, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan melakukan inventarisir TKA Cina.

 
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi untuk menginventarisir Tenaga Kerja Asing (TKA).
 
"Kita sudah menugaskan dinas terkait untuk berkoordinasi dengan keimigrasian, karena saat ini banyak berita hoax terkait pegawai TKA Cina yang masuk ke Banten tanpa karantina," katanya, seusai melakukan rapat pimpinan di Bappeda Banten, Senin (02/03/2020).
 
Ia menuturkan, semua prosedur harus dijalankan untuk memproses keberadaan TKA Cina yang telah masuk ke wilayah Banten. "Pertama kita memvalidasi dengan keimigrasian, terus mewaspadai apalabila ada WNA yang terindikasi atau mengantisipasi masuknya virus corona," katanya.
 
Selain itu, Pemprov Banten pun tengah menunggu arahan dari pemerintah pusat dan Kementerian Kesehatan, seperti pemulangan mahasiswa dari Cina sebelumnya.
 
"Kami juga mengusulkan, yang sudah positif terjangikiti virus corona agar benar-benar teliti dalam penanganannya, jangan sampai menyebar," tuturnya.
 
Ia berharap, Dinkes harus dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat dengan beredarnya kabar WNI yang terjangkit virus corona, agar tidak terjadi kegaduhan ditengah masyarakat.
 
"Insya Allah dengan berkoordinasi keimigrasian di situ semuanya ke buka. Dari situ bisa kita lihat kerjanya dimana saja," ungkap Andika.
 
Ia juga berharap, meskipun banyak TKA yang bekerja di Banten, masyarakat Banten tidak ada yang terkena penularan virus corona.
 
"Insya Allah Banten aman dari virus corona," tukasnya. 
 
Perlu diketahui, dua WNI yang positif terjangkit virus corona tersebut akibat dari tertular melalui warga negara Jepang yang berkunjung ke daerah Depok, Jawa Barat.
(Nm/Red)

 

berita terkait

Komentar