Acep Sumekar (55) Warga Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon saat menunjukan persediaan obat sakit kepala miliknya, Jumat (26/4/2019) (Foto:Topmedia)
Acep Sumekar (55) Warga Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon saat menunjukan persediaan obat sakit kepala miliknya, Jumat (26/4/2019) (Foto:Topmedia)

Parah! Kecanduan Obat Sakit Kepala, Warga Kota Cilegon Ini Konsumsi Puluhan Ribu Butir Paramex

CILEGON,TOPmedia - Acep Sumekar (55) alias Miing Sumaker punya kebiasaan unik. Warga Lingkungan Kepu Denok, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon itu mengkonsumsi obat generik Paramex sebanyak 12 butir per hari. Kebiasaan ini  sudah dilakukan Acep selama 29 tahun. Adapun jika dihitung  selama 29 tahun berarti Acep sudah menghabiskan 70 ribu bungkus obat generik.

Menurut Acep, selama mengkonsumsi obat ia  tak merasakan efek samping dari obat generik tersebut. Obat itu baginya seperti nasi yang tiap hari harus dimakan. Baginya mimum Paramex sudah menjadi candu, jika tak minum obat ia akan berurusan dengan kepalanya sendiri. Konsumsi obat generik ini bagi Acep untuk mencegah sakit kepala. Jika tak minum obat, kepalanya justru tak bisa berkompromi untuk melakukan hal-hal produktif.

"Saya mengkonsumsi obat dari tahun 90 sampe dengan sekarang itu kurang lebih 29 tahun. Kalau sekarang kadang-kadang minimal 10 maksimal 12 itu sejak tahun 2.000 ke sini," jelas Acep  di kediamannya, Kepudenok, Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (26/4/2019).

Setiap 1 atau 2 jam sekali, ia mesti menelan 2 butir obat. Atau setiap dirasa kepalanya hendak kumat ia langsung meminum obat. "Kalau kepala saya mau pusing baru makan Paramex, kalau nunggu pusing dulu baru minum obat pusingnya malah  lama sembuhnya," ujarnya.

Diungkapkannya, selama 29 tahun mengkonsumsi obat generik ia belum pernah merasakan efek samping. Acep mengaku belum pernah periksa ke dokter atas kelainannya itu.

"Jika diperiksa , dokter pasti marah kalau saya pecandu Paramex.Tapi yang jelas selama saya minum obat tidak ada efek samping, "katanya. (AR/Red)

berita terkait

Komentar