Penampakan jenis tembakau Gorilla. (Ilustrasi/Net)
Penampakan jenis tembakau Gorilla. (Ilustrasi/Net)

Ngeri! Libatkan Anak, Seorang Janda di Kota Cilegon Nekat Berbisnis Tembako Gorilla

CILEGON, TOPMedia - SH (50), seorang janda warga asal Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon nekad berjualan tembako gorila. Ironisnya, bisnis barang terlarang itu dilakukan bersama salah seorang anaknya yang kini berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang).

Setelah diketahui, tersangka SH ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Cilegon di rumahnya pada Jumat (10/9/2021) sekitar pukul 19:00 WIB. Dari tersangka, petugas mengamankan barang bukti 3 kaleng biskuit berisi tembako gorila seberat 155 gram.

Selain itu, turut diamankan tembako mole seberat 11,5 gram, 23 paket gorila, uang hasil penjualan Rp500 ribu, kartu ATM, satu bungkus plastik klip serta 1 buah handphone.

"Hari jumat sekitar pukul 19:00 WIB, Tim Satresnarkoba melakukan penggerebegan di rumah yang dicurigai dan berhasil mengamankan tersangka," terang Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono kepada wartawan, Senin (13/9/2021).

Lanjut AKBP Sigit, penangkapan tersangka pengedar tembako gorila tersebut berawal dari informasi masyarakat. Berbekal dari informasi itu, dikatakan AKBP Sigit, Tim Satresnarkoba bergerak melakukan penyelidikan.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan 3 kaleng biskut yang didalamnya berisi tembako gorila berbeda warna. Selain itu, juga ditemukan sejumlah barang bukti lainnya dari rumah tersangka.

"Untuk pemeriksaan, tersangka SH kemudian diamankan ke Mapolres Cilegon berikut barang buktinya," jelasnya.

Ditempat yang sama, Kasatresnarkoba AKP Shilton menambahkan, bahwa tersangka mengakui jika barang bukti yang diamankan petugas adalah miliknya. Menurut pengakuan janda 4 anak itu, tersangka mendapatkan tembako gorila dari seseorang melalui akun IG @bonjovi dan akun @drhappypappy.

"Pembayaran dilakukan secara transfer, sedangkan pengambilan barang pesanan dilakukan oleh salah seorang anaknya berinisial BM yang kini masuk dalam daftar DPO. Agar mendapat keuntungan besar, tersangka mencampur dengan tembako mole dan diberi pewarna agar menarik," ungkap Shilton.

Kemudian, setelah itu dikemas dengan berbagai paket mulai dari paket kecil hingga besar. Diketahui, untuk paket kecil berat 2,5 Gram seharga Rp200.000, paket berat 3,5 gram seharga Rp300.000, paket 5 gram seharga Rp400.000, dan paket berat 10 Gram seharga Rp700.000

Dikatakan Shilton, bisnis haram ini diakui tersangka SH sudah berjalan 4 bulan dengan alasan untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam menjalankan roda bisnisnya, tersangka SH juga dibantu oleh anak kandungnya.

"Adapun tersangka SH menjual tembako gorila juga bersama anaknya melalui akun instagram @ZONEPARTY.GANS," pungkasnya. (Firasat/Red)

berita terkait

Komentar