Motor matik milik Maryani
Motor matik milik Maryani

Motor Warga Di Rampas Paksa Oleh Oknum Debt Collector Leasing FIF

SERANG, TOPmedia – Kepolisian Wilayah Kabupaten Serang (Polres) saat ini sedang memburu dua orang yang mengaku petugas leasing Federal Internasional Finance (FIF) dengan merampas motor matik milik Maryani (35).

Kedua pelaku merampas motor korban di Jalan raya Serang - Jakarta atau lebih tepatnya di sepan rumah sakit Herminah ciruas, Kota Serang, Banten, Minggu (27/12/2020).

"Kami masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini," ujar Kasat Reskrim Polres Kabupaten, AKP David Adhi Kusuma SIK saat memberikan keterangan ke awak media, Minggu (24/01/2021).

David telah memerintahkan jajarannya untuk segera mencari kedua pelaku yang memberhentikan dan meminta paksa motor milik korban.

Nantinya, polisi akan merunutkan kasus tersebut untuk mengetahui siapa yang memerintakan para pelaku. Kemarin ini cukup kita sesalkan, makanya kita masih terus lidik, ini siapa kedua pelakunya dan dari pihak leasingnya siapa pasti kan ada alurnya nih, memberikan surat perintah tugas ke siapa nanti kita cek alurnya," ucapnya.

Sebelumnya, motor matik Honda Beat milik Maryani (36) dirampas secara paksa oleh dua orang tak dikenal yang mengaku sebagai Dept Collector dari petugas leasing FIF Group.

Kejadian tersebut berlangsung saat kendaraan milik korban sedang di pinjam oleh montir bengkel, Fahri (41) yang hendak membeli alat kebutuhan bengkel miliknya di depan Rumah sakit Hermina Ciruas, Kota Serang, Banten.

Bahkan saat proses pengambilan motor, korban juga mendapatkan perlakuan kasar karena dirinya mencoba untuk mempertahankan kendaraan yang sebelumnya sudah ia jelaskan bahwa motor tersebut bukan miliknya dan mengajak kedua oknum itu sama-sama untuk menemui pemiliknya yang berada di bengkel miliknya.

Namun, korban tidak dapat berbuat apa-apa saat kedua orang tersebut menunjukan pesan elektronik tentang tunggakan angsuran motor yang memang belum dibayarkan oleh pemilik motor tersebut.

"Sempat menunjukan SMS soal tunggakan motor. Setelah itu dia memaksa minta kunci motor sama STNK. Sehabis mengeksekusi Motor korban mereka pun pada tertawa riang seakan-akan senang karena sudah berhasil," katanya.

Tidak hanya, itu, alat-alat bengkel yang baru di beli oleh Fahri (41) juga ikut d ambil paksa oleh kedua oknum Dept Collector dengan merampas dari tangan korban.

Setelah itu, korban juga diberikan selembar kertas surat yang berisi tentang pengambilan motor dari pihak Leasing.

Namun, korban curiga dengan selembar surat tersebut karena tidak ada stempel resmi dari pihak Perusahaan Leasing.

Merasa sudah ditipu, korban pun kemudian langsung melaporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian Polres Kabupaten Serang, Banten. (Redaksi)

berita terkait

Komentar