Conference Kasus Aborsi di Mapolda Banten (Foto:Adi)
Conference Kasus Aborsi di Mapolda Banten (Foto:Adi)

Miris! Sudah 14 Tahun Bidan dan Perawat di Pandeglang Layani Praktek Aborsi

SERANG, TOPmedia - Bidan berinisial NN (47) dan perawat berinisial ER (38) ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten gara - gara melayani praktek aborsi di klinik Kampung Cipacing, Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.

Dirkrimsus Polda Banten, Kombes Pol Nunung Syaifuudin mengatakan praktek aborsi itu berjalan dari tahun 2006 dan sudah melayani 100 lebih orang aborsi dengan tarif Rp. 2,5 juta.

"Praktik aborsi ini menang sudah berjalan dari tahun 2006, menurut pengakuan bidanya ini sudah 100 lebih yang sudah melakukan aborsi dengan harga atau tarif per pasiennya itu Rp.2,5 juta," katanya kepada wartawan di Mapolda Banten, Selasa (3/11/2020).

Nunung melanjutkan, rata - rata pasien yang datang untuk melakukan aborsi yaitu dari hasil hubungan gelap alias diluar nikah.

"Kebanyakan yang melakukan aborsi ini rata - rata pesienya diluar nikah dari hasil hubungan gelap," imbuhnya.

Dari hasil aborsi, sambung Nunung, janin yang sudah berbentuk dibawa oleh pasiennya lagi, sedangkan dibawah 3 bulan dibuang ke saluran wastafel di klinik tempat aborsi.

"Dari hasil aborsi itu janin yang sudah berbentuk itu langsung di bawa pulang oleh pasien, tetapi kalau yg masih di bawah 3 bulan itu dibuang ke saluran wastafel," sambungnya.

Sebab saat dilakukan penggeledahan ke tempat aborsi, dikatakan Nunung, tidak ditemukan kuburan janin, namun ada gumpalan darah di westafel klinik tersebut.

,"kita juga sudah melakukan penggeledahan ke tempat aborsi itu dengan berkoordinasi Bidkokes dan Inafis, kita sudah buka spitengnya atau beberapa tempat yang kita curigai untuk mengubur janin itu," terangnya.

Nunung menceritakan, pengungkapan kasus aborsi itu awalnya kecurigaan masyarakat dengan keluar masuknya paduen yang dianggap tidak wajar dan pasiennya lebih banyak perempuan.

"Kemudian diinformasikan kepada anggota kita, dan anggota kita langsung melakukan pembuntutan kepada salah - satu pasien. Ketika dijalan kita tanya dan mengaku bahwa dirinya sudah melakukan aborsi di klinik," ungkapnya.

"Setelah mendapat informasi itu anggota kita langsung datang ke klinik, didalam klinik itu masih terdapat gumpalan darah bekas aborsi di salah satu wastafel" sambung Nunung.

Dari kasus tersebut, diakatakan Nunung, ditetapkan 3 orang tersangka yaitu satu bidan, satu prrawat dan satu pasien,"Dari dasar itulah kita baru kembangkan proses penyidikan, ada tiga tersangka yang kita amankan itu satu bidan, perawat, dan satu pasien ditetapkan jadi tersangka," tandasnya.(Adi/Red)

berita terkait

Komentar