Menkes, Nila F Moeloek. (Foto: Net)
Menkes, Nila F Moeloek. (Foto: Net)

Miris, Menkes Ungkap 1.500 Anak Disuntik Vaksin Palsu Sejak 2014

JAKARTA, TOPmedia - Terungkapnya kasus vaksin palsu beberapa waktu lalu tentunya membuat resah para orangtua. Mereka mengkhawatirkan jika buah hati mereka menjadi salah satu korban dari peredaran vaksin abal-abal itu.

Baru-baru ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengungkap data yang mengejutkan. Ia mengatakan jika ada 1500 anak yang terkena vaksin palsu sejak 2014 lalu hingga Agustus 2016.

"Jadi setelah dapat data dari Bareskrim, kita verifikasi dari rumah sakit yang dikatakan tersebut. Kita melihat dari medical report dan minta laporan mereka," ujar Nila di Gedung DPR, Rabu (24/8/2016), seperti dikutip dari Republika.co.id.

Menurut Menkes, anak yang terkena vaksin palsu itu tersebar di berbagai daerah. 915 bayi di Provinsi DKI Jakarta, 374 bayi di Provinsi Jawa Barat dan 211 bayi di Provinsi Banten.

Demi mengatasi hal itu, anak-anak tersebut harus divaksin ulang. Para orangtua yang tidak yakin juga dapat membawa buah hatinya untuk mendapatkan vaksin lagi. Apalagi pemberian vaksin ulang tidak memiliki efek samping ataupun kelebihan dosis.

"Imunisasi sudah diberi, yang penting kita memberikan kekebalan kembali tubuhnya untuk imunisasi wajib. Ini berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)," ujarnya. "Kami memberikan vaksin kembali gratis. Kalau mau ke dokter pribadinya silakan. Kami coba menjelaskan, yang disebut medical check-up itu pemeriksaan, misalnya apakah mendapatkan penyakit dari vaksin."

berita terkait

Komentar