Gubernur Banten Wahidin Halim saat menerima direktur SDM PT. Krakatau Steel Rahmad Hidayat di posko pusat bantuan bencana Pemprov Banten di Plaza Aspirasi, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (10/01/2019)
Gubernur Banten Wahidin Halim saat menerima direktur SDM PT. Krakatau Steel Rahmad Hidayat di posko pusat bantuan bencana Pemprov Banten di Plaza Aspirasi, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (10/01/2019)

Minimalisasi Kekeliruan, BPKP Dampingi Pemprov Banten Rekontruksi Pasca Tsunami

SERANG,TOPmedia – Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, Pemprov Banten dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  Perwakilan Banten telah mengelar pertemuan untuk program kerja 2019. Ada beberapa poin yang akan ditindaklanjuti dan salah satunya adalah pendampingan terhadap proses rekonstruksi pasca tsunami di selat Sunda.

BPKP pada pekan ini mulai melakukan pendampingan terhadap penanggulangan pasca tsunami yang menerjang Kabupaten Pandeglang dan Serang, akhir tahun kemarin. Pendampingan dilakukan dari segi penyusunan pelaporan akuntasi untuk meminimalisasi adanya kekeliruan.

“OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang sekarang laporan-laporannya harus diakuntansi (yang berkaitan dengan akuntansi), iya (ada pengawasan dari BPKP),” ujar pria di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (10/1/2018).

Wahidin menuturkan, pengawasan atau pendampingan dilakukan atas permintaan dirinya dan mulai berjalan pekan ini. Pendampingan dititikberatkan pada pelaporan penerimaan posko-posko bantuan.

“Di mulai dari kemarin. Saya bilang coba dampingi itu untuk pelaporan akuntansi penerimaan posko-posko, supaya tidak keliru,” katanya.

Selain soal pendampingan penanggulangan pasca tsunami, kata dia, BPKP juga akan melakukan pemeriksaan terhadap proyek yang telah dikerjakan pada tahun anggaran 2018. “Saya juga minta memang karena ini yang menugaskan gubernur. Kita juga meneliti kembali keputusan-keputusan yang berkaitan dengan tata kelola keuangan,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, untuk kerugian materiil pihaknya masih melakukan verifikasi data. Meski begitu, ia menegaskan fokus pemprov pasca masa tanggap darurat adalah membangun rumah bagi masyarakat yang terdampak bencana.

"Kita bantu rehab rusak ringan, kita belikan bahan-bahan kaya semen dan triplek. Kita fokus pembenahan 441 rumah rusak berat. Kalau untuk kerugian kita belum dapat laporan hingga akhir tanggap darurat. Kita masih mendata," ujarnya. (RED)

berita terkait

Komentar