Miliki Khasiat Bagus, Obat Herbal Dari Cilegon Diekspor Hingga ke Tiongkok

CILEGON, TOPmedia – Sejumlah obat-obatan herbal yang berasal dari Banten di ekspor ke Tiongkok, setelah sebelumnya dilakukan sertifikasi oleh Badan Karantina Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian Cilegon.

Sejumlah produk tersebut diantaranya,  rumput fatimah sebanyak 1,25 kg senilai Rp 225.000, pasak bumi 5 kg senilai Rp 500.000 dan biji kelor 4,5 kg dengan nilai Rp 700.000, Senin (27/07/2019). Obat-obatan tersebut, di ekspor ke Tiongkok dalam bentuk kering menggunakan jasa paket penggiriman.

"Inilah adalah komoditas baru yang belum pernah disertifikasi oleh Balai Karantina Pertanian Cilegon sebelumnya. Diharapkan dapat terus berkembang dan meningkat kuantitas dan kualitas ekspornya. Selain itu, diharapkan kontinuitasnya juga baik," jelas Kepala Karantina, Raden Nurcahyo.

Raden juga menuturkan, bahwa pihaknya akan terus mendorong dan memfasilitasi ekspor dengan tindakan karantina. Balai Karantina Pertanian Cilegon terus menggali komoditas pertanian asal Banten yang berpotensi ekspor. Untuk memudahkan para pelaku usaha memenuhi peraturan ekspor, Balai Karantina Pertanian Cilegon telah menyediakan Klinik Ekspor.

Pak Mahfud Ilhamudin selaku eksportir bahan herbal tersebut menuturkan bahwa, pihaknya telah mendapatkan pesanan dari seorang warga Tiongkok yang sebelumnya pernah membeli langsung di tokonya yang berada di Supermall Cilegon. “Setelah merasakan khasiat dari obat herbal tersebut, dia kembali memesan via telpon dan minta dikirim ke Cina,” jelas Mahfud.

Menurutnya, banyak manfaat dari mengkonsumsi obat herbal, seperti biji kelor yang diketahui dapat menurunkan tekanan darah tinggi hingga meningkatkan energy. Sedangkan pasak bumi untuk meningkatkan stamina dan vitalitas pria. 

“Saya berharap semoga ekspor bahan herbal ini terus berlanjut dan semakin banyak,” harapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik (tidak dilakukan pemeriksaan secara laboratoris karena tidak ada target pest), petugas karantina menerbitkan sertifikat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (KT-10). (Ik/Red).

berita terkait

Komentar