Kepala BP2D Kabupaten Pandeglang Yahya Gunawan Kasbin
Kepala BP2D Kabupaten Pandeglang Yahya Gunawan Kasbin

Meski Pandemi, Realisasi Pajak Daerah Tahun 2020 di Pandeglang Lampaui Target

PANDEGLANG, TOPmedia – Realisasi 11 jenis pajak daerah pada 2020 yang dikelola oleh Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kabupaten Pandeglang mencapai 102,12 persen atau senilai Rp 37,19 miliar dari target hasil refocusing Rp 36,42 miliar.

Secara persentase, pajak restoran berkontribusi paling besar yakni 214,87 persen (Rp 2,12 miliar), pajak hotel 147,15 persen (Rp 910,64 juta), pajak air tanah 143,34 persen (Rp 172 juta), pajak reklame 134,74 persen (Rp 1,07 miliar), dan pajak hiburan 108,73 persen (Rp 179,40 juta).

Meski secara akumulasi realisasi pajak daerah di atas 100 persen, namun terdapat dua jenis pajak yang penerimaannya di bawah 100 persen, yakni pajak mineral bukan logam dan batuan 65,82 persen atau Rp 155,31 juta dari target Rp 235,98 juta dan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di angka 80,33 persen atau 13,20 miliar dari target Rp 16,43 miliar.

Kepala BP2D Kabupaten Pandeglang, Yahya Gunawan Kasbin mengungkapkan, sepanjang tahun 2020 ini penuh dinamika. Di awal tahun, khusus PBB-P2 distribusi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) itu penetapan Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) dan pencetakan SPPT itu selesai Desember 2019 dan awal Januari 2020 SPPT tersebut sudah didistribusikan.

“Pada triwulan awal (2020, red) itu ada pemasukan dan saat itu kita cukup optimis PBB-P2 sudah lebih baik. Tapi ternyata bulan Maret terjadi pandemi Covid-19, jadi kita dihadapkan harus melakukan refocusing, otomatis kita sesuaikan anggaran,” ungkap Yahya, Kamis (14/01/2020).

Dikatakannya, dari target awal pajak daerah Rp 50 miliar dan turun menjadi Rp 25 miliar saat refocusing, dan pada APBD Perubahan menjadi Rp 36 miliar. Dalam perjalanan, kaya Yahya, BP2D Pandeglang mengerahkan tenaga dan pikiran untuk mengejar target.

“Alhamdulillah di akhir tahun 2020 target yang sudah ditetapkan Rp 36 miliar bisa tercapai. Dari sebelas jenis pajak, ada dua jenis pajak yang tidak mencapai target, pertama PBB-P2 di angka 80,33 persen dan pajak mineral bukan logam dan batuan di angka 65,82 persen,” beber dia.

Yahya menjelaskan, untuk pajak mineral bukan logam dan batuan sudah dilakukan treatment dan supervisi ke lapangan oleh tim. Namun karena kondisi sepanjang tahun 2020 yang tidak memungkinkan, maka target pajak mineral bukan logam dan batuan Rp 235,98 juta hanya tercapai Rp 155,31 juta.

“Ini sampai bulan November dan Desember kita turunkan tim untuk memantau langsung kondisi di lapangan. Karena trennya penerimaan minerba (pajak mineral bukan logam dan batuan, red) ini sangat jelek. Karena pengusaha tambang ini tidak melakukan aktivitas dan beberapa lokasi bahkan ditutup, karena dampak dari kurangnya pembangunan fisik,” sambungnya.

Dalam menghadapi target pajak daerah tahun ini BP2D Pandeglang, kata Yahya, diakui masih ada yang belum bisa dioptimalkan, salah satunya pembaharuan basis data PBB-P2 yang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

“Update database PBB-P2 ini membutuhkan anggaran yang cukup besar, sedangkan kita daerah yang kemandirian fiskalnya masih terbatas, sehingga update database PBB-P2 ini belum bisa kita lakukan,” tukas Yahya.

Meski belum bisa dilakukan pembaharuan basis data PBB-P2, ke depan pihaknya akan melakukan perluasan akses pembayaran PBB-P2 di sejumlah payment point yang sudah bekerja sama, seperti Alfamart dan Indomaret.

“Insyaallah akhir bulan ini SPPT sudah bisa terdistribusikan dan masyarakat bisa membayar SPPT tidak hanya di bank, Kantor Pos, atau petugas pemungut pajak di desa atau kecamatan tetapi juga bisa membayar di minimarket,” pungkas mantan Kepala Diskomsantik ini.(Ari/Red)

berita terkait

Komentar