Meja hijau guru pencubit murid di Sidoarjo berujung damai

Dunia pendidikan kini menjadi sorotan publik setelah kasus penganiayaan siswa terkuak. Salah satu guru olahraga SMP Raden Rahmat Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur diadili Pengadilan Negeri Sidoarjo karena diduga menganiaya siswanya Syafiraf Sanjani (15) dan Irfan Mahrus (15). Namun kasus ini akhirnya diselesaikan secara damai.

Insiden penganiayaan terjadi pada 3 Februari 2016. Saat itu kedua pelajar itu dipanggil guru Bimbingan Konseling (BK) lantaran tidak mengikuti Salat Dhuha. Setelah itu, kedua korban diminta membuka baju dan sepatu, dan mengalungkan sepatunya ke leher.

Samhudi lantas mencubit lengan korban di sisi kanan. Orangtua Arif sapaan akrab Syafiraf Sanjani yang merupakananggota TNI di Gresiktak terima anaknya dicubit. Perbuatan Samhudi langsung dilaporkan ke kantor polisi setempat.

Berdasarkan hasil visum Puskesmas Balongbendo, kedua murid terbukti dicubit. Samhudi dianggap melanggar pasal 80 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kamis (30/6), Samhudi menjalani sidang dengan agenda tuntutan. Namun sidang terpaksa ditunda lantaran Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sidoarjo belum menyiapkan berkas tuntutan terhadap terdakwa.

berita terkait

Komentar