Kericuhan terjadi saat mediasi antara warga dengan anggota keluarga Lurah Desa Banten terkait pematokan tanah. (Foto: TOPmedia)
Kericuhan terjadi saat mediasi antara warga dengan anggota keluarga Lurah Desa Banten terkait pematokan tanah. (Foto: TOPmedia)

Mediasi Antara Warga dan Lurah Desa Banten Berlangsung Ricuh

SERANG, TOPmedia - Mediasi antara puluhan warga dari Kampung Panjunan Indah, RT 002/002, Desa Banten, Kec. Kasemen, Kota Serang dengan Lurah Desa Banten, Tb. Harun terkait pematokan tanah tanpa sepengetahuan pemiliknya berakhir ricuh.

Mediasi yang dilakukan di aula Kecamatan Kasemen, Kota Serang itu dimulai dari jam 15.00 WIB sampai jam 17.00 WIB. Mediasi tersebut berlangsung menegangkan, lantaran ada salah seorang warga yang meneriaki Lurah itu. Sempat terjadi pemukulan terhadap salah seorang warga yang dilakukan oleh anggota keluarga dari Lurah tersebut, namun hal tersebut dapat diantisipasi oleh aparat kepolisian.

“Saya menginginkan langsung pak lurah yang cabut patok itu. Kami-kami di sini (warga-red) yang harus menyaksikan langsung pencabutan tersebut,” ujar Eti Nawawi salah seorang warga yang kesal dengan lurah Banten tersebut, Jumat (12/8/2016).

Sementara itu, Lurah Desa Banten Tb Harun mengatakan, ia membantah pematokan yang dilakukan olehnya itu bukan untuk mengakui tanah yang dipatok adalah miliknya.

"Siapa yang mengambil tanah ibu-ibu (warga-red), saya itu cuma pengen mengetahui batas tanah yang ada di situ saja. Kalau warga ingin patok itu dicabut, saya akan cabut hari ini juga," kata Harun.

Menindak lanjuti permasalahan tersebut, Camat Kasemen Subagyo mengatakan, bahwa tindakan yang dilakukan oleh Lurah Desa Banten itu adalah tindakan yang melanggar peraturan yang ada.

”Seharusnya apa yang dilakukan oleh seorang pemimpin tidak seperti itu, perlu mengundang warga dan harus ada mediasi dulu, sehingga tidak ada keresahan kepada warga,” ujar Subagyo.

Ditambahkan Subagyo, bahwa sebelumnya warga sudah melaporkan tindakan Lurah Desa Banten itu sejak Jumat lalu. ”Iya, Jumat yang lalu sekitar 27 warga Panjunan Indah menyampaikan kepada saya bahwa rumah dan tanahnya dipatok oleh Lurah Desa Banten, maka hari ini kita lakukan mediasi” pungkasnya. (Gilang/Red)

berita terkait

Komentar