Seniman dan budayawan sekaligus Jawara Ngopi, Mameu Yai Uyat
Seniman dan budayawan sekaligus Jawara Ngopi, Mameu Yai Uyat

Mameu Yai Uyat Jatuhkan Pilihan Ke Paslon Nomor 2 Di Pilkada Kota Cilegon

CILEGON,TOPmedia – H-7 Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cilegon tahun 2020, seniman dan budayawan sekaligus Jawara Ngopi, Mameu Yai Uyat menunjukkan keberpihakannya kepada Paslon nomor 2 Ratu Ati Marliati - Sokhidin.

Hal itu terlihat dari siaran langsung yang ditayangkan akun facebook Johan Singandaru pada tanggal 29 November 2020, usai menyaksikan debat Paslon putaran kedua yang disiarkan live di salah satu stasiun televisi Nasional.

Sambil menikmati Kopi dengan gayanya yang unik, Mameu Yai Uyat membeberkan nomor urut Paslon yang akan dipilihnya pada Pilkada 9 Desember mendatang dan mengajak para pemirsa yang menyaksikan untuk ikut memegang kalkulator, dan menghitung sejumlah angka yang ia sebutkan dengan metode penjumlahan, perkalian, pembagian, dan pengurangan, yang hasilnya menunjukkan angka 2 yang merupakan nomor urut dari Pasangan Ati-Sokhidin (PAS).

"Sejak awal, mulai dari proses pendaftaran hingga berakhirnya debat putaran kedua kemarin, dari keempat calon yang ada, saya memutuskan untuk memilih dan mendukung Bu Ati dan Pak Sokhidin di tanggal 9 Desember mendatang. Ini murni hasil pemikiran dan perenungan saya, dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun, dan bukan karena ada kepentingan," Kata Mameu Yai Uyat saat dikonfirmasi, Rabu (02/12/2020).

Lebih lanjut, secara pribadi, pemilik brand Ngopi Jawara itu menilai bahwa semua calon bagus dan merupakan putra-putri terbaik Kota Cilegon. Namun, kata Dia, dari semua hasil analisa dan perenungan yang sudah dilakukan, pilihannya jatuh ke pasangan Ratu Ati Marliati dan Sokhidin.

"Semuanya bagus, semuanya merupakan sahabat dan juga saudara saya. Terlepas akhirnya pilihan saya jatuh ke Bu Ati dan Pak Sokhidin, saya rasa tanpa perlu saya ungkapkan alasannya, masyarakat Cilegon juga sudah tau, kenapa harus memilih Bu Ati dan Pak Sokhidin," terangnya.

Kendati demikian, pihaknya tidak meminta ataupun memaksakan seluruh masyarakat Cilegon untuk mengikuti apa yang menjadi pilihannya. Pasalnya, kata Dia, soal pilihan merupakan hak dari masing-masing individu, khususnya bagi masyarakat Kota Cilegon.

"Kami hargai proses demokrasi yang berlangsung. Soal pilihan itu hak masing-masing, tidak boleh ada paksaan dari pihak manapun dalam menentukan pilihan. Yang terpenting adalah, bagaimana semua ini bisa berjalan dan berlangsung secara aman dan damai dengan saling menjaga satu sama lain, dan menghargai pilihan masing-masing," harapnya.

"Siapapun yang terpilih nanti, mampu mempertahankan keberhasilan dan kesuksesan yang sudah diraih, dan melanjutkannya supaya lebih baik lagi," tutupnya sambil menyuguhkan Jawara Ngopi cap Mameu Yai Uyat. (Firasat/Red) 

berita terkait

Komentar