Mahasiswa di Banten menoilak adanya penerapan "Full day school" oleh Mendikbud. (Foto: TOPmedia)
Mahasiswa di Banten menoilak adanya penerapan "Full day school" oleh Mendikbud. (Foto: TOPmedia)

Mahasiswa Minta Mendikbud Cabut Rencana Penerapan "Full Day School"

SERANG, TOPmedia - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali mendapat kritikan terkait "Full Day School". Kali ini kritikan datang dari mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Dikatakan Koordinator lapangan, Wahyudin, kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) terhadap penetapan "Full day school" dinilai sangat tidak menghormati pendidikan pesantren ataupun pendidikan keagamaan lainnya yang ada di Provinsi Banten.

"Kebijakan ini sesunggunhnya tidak menghormati pendidikan pesantren lain seperti diniyah. Mendikbud sudah 'crossing The Line' karena sudah menabrak UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 51 ayat (1) yang berbunyi 'Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini pendidikan dasar dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah'. Ini sangat tidak baik kalo di laksanakan," ujar Wahyudin, Senin (21/8/2017).

Saat ini lanjut Wahyudin, pendidikan di Indonesia telah kehilangan tujuan awalnya, yaitu membentuk manusia seutuhnya. Pendidikan adalah kebutuhan dasar Indonesia, namun pemerintah kelihatan tidak mau ambil pusing dengan menambah berbagai kebijakan yang semakin memojokan anak didik.

"Kondisi yang semakin parah ini membuat sekolah maupun universitas bukan lagi tempat  menyempurnakan ilmu dan ahklak, tetapi sekolah maupun universitas diciptakan sebagai ladang bisnis," pungkasnya.

Pantauan di lapangan, Aksi mahasiswa sempat membuat jalan dari Gerbang depan kampus Untirta Serang sampai terminal Pakupatan Kota Serang macet. (Gilang/Red)

berita terkait

Komentar