Lift di Ramayana Kota Serang, rusak dan hampir memakan korban. (Foto: Fbn)
Lift di Ramayana Kota Serang, rusak dan hampir memakan korban. (Foto: Fbn)

Lift Ramayana Serang Nyaris Makan Korban

SERANG, TOPmedia - Lift di Ramayana Kota Serang menjadi perbincangan serius di media sosial facebook. Dalam satu hari komentar di facebook Fbn News yg memaparkan kejadian Lift yang nyaris makan korban jiwa ini dikomentari 400 orang lebih pengguna facebook.

"Hampir selama 30 menit saya, anak  dan suami saya terkurung di dalam lift Ramayana, Kota Serang. Awalnya tidak ada yang aneh sebelum kami memutuskan untuk masuk ke dalam lift itu. Karena sebelumnya serombongan ibu-ibu pun berhasil turun melalui lift ini. Posisi lift ini ada di lantai 3A. Tujuan kami adalah ingin naik ke lantai 5," ujar Awantz, dikutip dari fbn, Senin (29/08/2016).

Awant bersama keluarganya nyaris menjadi korban di lift tersebut.

"Ternyata lift macet dan kami terkunci di dalamnya. Kami mencoba bersikap biasa saja. Namun, setelah lewat 15 menit perasaan mulai panik. Anak mulai nangis ketakutan. Lebih stres lagi, Lampu padam dan AC dalam lift itu mati," ucapnya.

"Tidak ada daya kami selain pasrah sama Yang Maha Kuasa. Karena ruang itu kedap udara dan oksigen sangat terbatas. Panik panik takut bercampur menjadi satu. Teriak pun tidak membawa hasil. Kami terus berusaha di sisa tenaga kami sambil menggedor pintu sebisa kami. Semakin lama nafas kami semakin sesak dan Lemah," tambah Awantz.

Untungnya menurut Awantz,  permintaan tolong yang di share via medsos bisa terkirim, dan hingga akhirnya datanglah pak Tugiman beserta rekan rekannya dari Damkar. Mereka adalah rekan Awantz korban yg kebetulan sedang berdinas di Kota Serang yang kemudian mencongkel pintu lift.

Beragam komentar pun muncul beragam dari warga media sosial, mereka menyanyangkan hal itu terjadi di sebuah pusat perbelanjaan besar di Kota Serang.

"Lah pintunya aja kotor kaya ngak keurus.dan lagi temboknya udah retak mesti kurang perawatan," komen pemilik Akun Karina Kaffha.

Pemilik akun Happy Okta Irfanto mengungkapkan, demi kemaslahatan umat dan keselamatan orang lain, kisah tragis tersebut jangan berhenti sampai disitu. "Jangan sampai menyesal dikemudian hari setelah ada korban jiwa," ucapnya. (LLJ/Fbn/red)

berita terkait

Komentar