Ketua Umum PP IMC, Yantoheby (Kiri) bersama Sekjend PP IMC, Benyamin (Kanan) hendak memberikan hadiah anak ayam kepada Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi - Ratu Ati Marliati di Gedung Diskominfo Kota Cilegon, Rabu (17/2/2021).
Ketua Umum PP IMC, Yantoheby (Kiri) bersama Sekjend PP IMC, Benyamin (Kanan) hendak memberikan hadiah anak ayam kepada Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi - Ratu Ati Marliati di Gedung Diskominfo Kota Cilegon, Rabu (17/2/2021).

Lepas Jabatan, Edi-Ati di Hadiahi Anak Ayam oleh Mahasiswa Kota Cilegon

CILEGON, TOPmedia – Jelang pelepasan masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon periode 2016-2021, Edi Ariadi dan Ratu Ati Marliati. Dua orang mahasiswa tanpa diundang datangi acara perpisahan tersebut di Gedung Dinas Kominfo Kota Cilegon, Rabu (17/2/2021).

Diketahui, dua orang mahasiwsa itu rupanya fungsionaris Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Cilegon (PP IMC). Kedatangannya bermaksud memberikan hadiah berupa empat anak ekor ayam berwarna-warni untuk Edi-Ati.

“Secara organisasi (IMC) turut mengawal masa kepemimpinan Edi Ariadi sejak menjabat sebagai Wakil Walikota hingga menjadi Walikota,” Kata Ketua Umum PP IMC, Yantoheby di depan Gedung Diskominfo Kota Cilegon, Rabu (17/2/2021).

Menurutnya, pasangan Edi-Ati dinilai tidak serius dalam menjalani roda kepemerintahan. Kendati demikian, pihaknya tetap memberikan apresiasi terhadap pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon periode 2016-2021.

“Edi-Ati ini tidak serius dalam mengurus masyarakat dan kota Cilegon. Tapi walau tidak ada prestasi, kami tetap mengapresiasi dengan memberikan anak ayam warna warni ini,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjend) PP IMC, Ilham Firdaus mengatakan, keempat anak ayam tersebut pantas diberikan kepada pemimpin yang tidak serius dalam mengurus daerahnya sendiri.

“Karena Edi-Ati tidak serius menangani daerahnya sendiri. Daripada gak becus ngurus masyarakat dan kota Cilegon kan, lebih baik ngurus ayam saja, lebih keliatan hasilnya,” jelas mahasiswa yang akrab disapa Benyamin.

Lebih lanjut, aksi protes itu dilakulan bukan tanpa alasan. Menurutnya, ada beberapa hal mengapa Edi-Ati dinilai gagal memimpin Kota Cilegon.

"Kegagalan itu dapat kita lihat dari meningkatnya angka pengangguran, penanganan banjir yang tidak berhasil serta masalah RPJMD yang tidak tuntas," ungkapnya.

“Satu lagi, anti kritik. Karena anti kritik lebih baik ngurus itik,” pungkasnya.(Firasat/Red)

berita terkait

Komentar