Lebih Mewah Bukan Berarti Lebih Sehat! Ini Bahaya Rokok Cerutu Bagi Kesehatan

TOPmedia - Rokok cerutu adalah gulungan tembakau yang dibungkus dengan daun tembakau bahan lain yang mengandung tembakau. Hal ini berbeda dengan rokok biasa, yaitu tembakau yang dibungkus dengan kertas. Rokok cerutu umumnya berukuran lebih tebal dari rokok biasa. Rokok ini pun disebut memiliki aroma yang berbeda. Banyak orang mengatakan bahwa rokok cerutu lebih tidak berisiko terhadap kesehatan daripada rokok biasa. Benarkah?

Rokok cerutu vs rokok biasa

Berikut adalah beberapa faktor berbedaan rokok cerutu dengan rokok biasa:

  • Jumlah tembakau. Rokok biasa mengandung sekitar 1 gram tembakau. Sedangkan rokok cerutu bisa mengandung 5-20 gram tembakau.
  • Jumlah nikotin. Jumlah nikotin antara rokok biasa maupun cerutu cenderung sama. Nikotin adalah zat adiktif utama dalam tembakau.
  • Rokok cerutu memiliki ukuran lebih bervariasi, mulai dari kecil hingga besar, daripada rokok biasa. Hal ini juga yang membuat kandungan tembakau dalam cerutu bisa lebih besar, tergantung ukurannya.
  • Cara penggunaan. Sebagian besar pengguna rokok cerutu tidak menghirup asap dari benda ini. Hal ini karena ada teori bahwa asap rokok cerutuh bisa mengiritasi saluran pernapasan. Cara penggunaan ini jauh berbeda dengan perokok biasa yang hampir selalui menghirup asap dari rokoknya.
  • Frekuensi penggunaan. Sebagian besar pengguna rokok cerutu tidak merokok setiap hari namun hanya pada situasi-situasi tertentu. Hal ini berbeda dengan perokok biasa yang dalam satu hari saja bisa menghabiskan 20 batang rokok atau lebih.

Ragam bahaya penggunaan rokok cerutu

Berbeda dengan isu yang beredar, rokok cerutu tetap dapat berdampak buruk bagi kesehatan, bahkan lebih berbahaya dari rokok biasa. Secara umum, berikut risiko yang dapat terjadi dari penggunaan rokok cerutu:

  • Beragam kanker

Rokok cerutu mengandung tembakau, nikotin, tar, dan racun-racun penyebab kanker lain sama seperti rokok biasa. Bahkan, dengan konsentrasi lebih tinggi.

Penggunaan rokok cerutu telah dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai jenis kanker, mulai dari kanker paru-paru, kanker laring, kanker esofagus, maupun kanker mulut. Orang yang menggunakan rokok cerutu bahkan disebut 4-10 kali lebih berisiko meninggal akibat kanker-kanker tersebut daripada non-perokok.

Selain itu, penggunaan rokok cerutu juga meningkatkan potensi terjadinya kanker-kanker lain, seperti kanker usus, kanker ginjal, hingga kanker hati.

  • Penyakit paru-paru

Sama seperti rokok, penggunaan rokok cerutu juga dapat membuat seseorang lebih berisiko mengalami berbagai penyakit paru-paru. Beberapa contoh penyakit paru-paru ini adalah emfisema, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronik. Kebiasaan merokok dengan cerutu juga meningkatkan potensi mengalami serangan asma.

  • Penyakit jantung

Tembakau dapat merusak jantung dan pembuluh darah. Fakta ini membuat perokok, termasuk perokok cerutu lebih berisiko mengalami hipertensi, penggumpalan darah, penyakit jantung koroner, serangan jantung, serta stroke.

  • Kecanduan

Penggunana rokok cerutu bisa menyebabkan kecanduan. Meski sebagian besar pengguna tidak menghirup asap rokok cerutu, asap dengan kandungan nikotin tersebut tetap mungkin masuk ke paru-paru.

Nikotin adalah zat adiktif atau penyebab candu, utama dalam tembakau. Zat ini dapat meningkatkan produksi dopamin yang membuat perokok merasa tenang dan senang saat merokok.

  • Gangguan pada gigi dan mulut

Penggunaan rokok cerutu dapat meningkatkan berbagai gangguan pada mulut, seperti noda pada gigi, bau mulut, kerusakan gigi, bahkan penyakit gusi.

  • Gangguan kesuburan

Merokok, termasuk dengan cerutu, dapat merusak pembuluh darah arteri, yaitu pembuluh darah pembawa darah bersih termasuk ke area penis. Bila pembuluh darah ini rusak, penis bisa kekurangan suplai darah dan mengalami disfungsi ereksi.

Tidak hanya itu, merokok juga dikaitkan dengan berbagai gangguan kesuburan, untuk pria maupun wanita. Merokok disebut dapat mengganggu produksi sperma, mempersulit proses kehamilan, memicu keguguran, hingga bayi lahir dalam kondisi cacat.

Rokok cerutu tidak lebih baik dari rokok biasa. Kedua tetap dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan diri sendiri maupun orang lain. Dampak ini sangat beragam mulai dari gangguan kesehatan mulut, kecanduan, penyakit jantung, bahkan kanker.

Oleh karena itu, bila Anda masih merokok, berusahalah untuk berhenti mulai dari sekarang. Tersedia berbagai terapi, seperti terapi penggantian nikotin, dan komunitas yang dapat membantu Anda untuk berhenti merokok. (RED)

 

 

Sumber: Sehatq.Com

berita terkait

Komentar