Kepala UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kota Serang, Lismia Elita
Kepala UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kota Serang, Lismia Elita

Lebih Banyak Ilegal, BP2MI : Pekerja Migran Indonesia Asal Banten Yang Tercatat Hanya 146

SERANG, TOPmedia – Kepala UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kota Serang, Lismia Elita mengatakan Pekerja Migrasi Indonesia (PMI) dari Banten terhitung tidak banyak, yakni hanya 146 oang. Dan banyak justru yang ilegal di Banten. Namun untuk datanya belum bisa dipastikan.

"Kalau dari Banten itu sendiri itu tidak terlalu banyak, karena ini kami juga lagi usaha ini dan banyak yang ilegal di Banten ini jadi pemerintah untuk pekerja rumah tangga itu kan dikurangi lah jadi kita cari yang formal dan kita sedang sosialisasikan untuk peluang-peluang kerja formal," katanya kepada wartawan di ruangannya, Jum'at (22/1/2021).

Selain itu, sambung Lismia, tahun 2020 juga PMI sebetulnya sudah ada yang diberangkatkan, kecuali ke Taiwan, karena tutup sementara. Sehingga, kata dia, banyak yang ingin ke Taiwan namun dipending.

"Memang Taiwan sedang ditutup karena salah satunya dulu Taiwan tidak meminta negara kita untuk melakukan PCR dan tetapi kita juga tetap melakukan PCR Kalau tidak salah waktu itu rapid Tetapi setelah itu kenapa Taiwan ditutup karena ada beberapa pekerja dari kita positif ketika tiba di sana sebetulnya Disini di PCR Saya juga tidak tahu kenapa saat di sana di PCR hasilnya berbeda," tuturnya.

Berdasarkan data dari UPT BP2MI Pekerja Migrasi Indonesia (PMI) asal Banten tercatat pada tahun 2020 jumlah total ada sebanyak 146 pekerja. Dari 146 pekerja itu dengan rincian data penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banten yang berproses di UPT BP2MI Serang tahun 2020 totalnya 44 pekerja.

Sedangkan data penempatan pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banten yang berproses di P4TKI Tangerang tahun 2020 total sebanyak 102 pekerja. Jadi total PMI asal Banten secara keseluruhan itu pada tahun 2020 sebanyak 146.

Ada pun rincian yang berproses di UPT BP2MI Serang dengan total 44 pekerja tersebut untuk rincian wilayahnya yaitu Cilegon pekerja formal untuk laki-laki ada 2, dan perempuan 2. Sedangkan untuk pekerja informal 0, jadi total pekerja migran asal Cilegon ada 4 orang.

Kemudian daerah Lebak untuk pekerja formal ada 2 laki-laki, perempuan 1, untuk informal 1 perempuan. Jadi total pekerja migran asal Lebak 4 pekerja. Untuk Pandeglang formal ada 3 orang laki-laki, 13 perempuan. Untuk pekerja informal 1 perempuan. Jadi total pekerja migran asal Pandeglang 17 pekerja.

Di Kabupaten Serang untuk pekerja formal 8 orang laki-laki, 3 orang perempuan. Untuk informal 3 orang perempuan. Jadi total pekerja asal Serang 14. Sedangkan Serang Kota tercatat untuk formal 2 orang  laki-laki, untuk perempuan 0. Untuk informal 1 orang perempuan. Jadi total pekerja migran asal Kota Serang 3 orang.

Untuk Tangerang Kota formal ada 1 orang laki-laki, perempuan 0. Diposisi informal 0. Jadi total pekerja migran asal Tangerang Kota hanya 1 orang. Se dangkan Tangerang Selatan posisi formal 1 orang laki-laki, perempuan 0. Jadi total hanya 1 orang.

Sedangkan yang berproses di P4TKI Tangerang tahun 2020 dengan total sebanyak 102 pekerja tersebut yaitu dengan rincian di Lebak untuk pekerja formal ada 7 orang laki-laki, untuk perempuan 0. Jadi totalnya 7 orang.

Untuk Pandeglang pekerja formal ada 2 orang laki-laki, sedangkan informal ada 40 orang perempuan. Totalnya di Pandeglang ada 42 orang. Di Kabupaten Serang untuk pekerja formal ada 5 orang laki-laki, sedangkan untuk informal 27 orang perempuan. Jadi total ada 32 orang.

Sedangkan untuk Serang Kota formal ada 1 orang laki-laki, kemudian informal ada 1 orang perempuan. Total 2 orang. Kemudian Kabupaten Tangerang untuk pekerja formal 0, sedangkan infromal ada 8 orang perempuan. Jadi total ada 8 pekerja. 

Untuk Kota Tangerang formal ada 1 orang laki-laki, sedangkan informal ada 9 orang perempuan. Jadi total ada 10 pekerja. Sedangkan Tangerang Selatan pekerja formal 0, dan untuk informal ada 1 orang perempuan. Jadi total hanya ada 1 pekerja.(Adi/Red)

berita terkait

Komentar