Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak, dipenuhi sampah, berupa plastik hingga ranting pohon. (Foto: TOPmedia)
Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak, dipenuhi sampah, berupa plastik hingga ranting pohon. (Foto: TOPmedia)

Lautan Sampah di Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak

CILEGON, TOPmedia - Jelang libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), perairan di Dermaga VI yang disebut sebagai Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak, dipenuhi sampah, berupa plastik hingga ranting pohon.

Pihak PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak mengklaim, sampah tersebut berasal dari sungai yang hulunya di pegunungan disekitar Pelabuhan Merak. Menurut General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, sungai tersebut dikotori oleh warga. Saat hujan turun, sampah itu terbawa hingga ke laut dan masuk ke areal Pelabuhan Merak.

"Itu gunung, hujan, jadi ini adalah sungai yang kotor lari ke laut. Jadi masyarakat harus paham tentang itu, supaya sungai nya tidak dikotori, (sampahnya) lari ke laut. Karena sampah-sampag ini datangnya dari sungai, bukan dari kapal, kapal sangat standar internasional," kata GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Solikin, ditemui di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (17/12/2019).

Pria berkacamata yang puluhan tahun menghabiskan hidupnya di atas kapal terebut, dengan pangkatnya sebagai Captain kapal ini meminta agar masyarakat peduli dan menjaga kebersihan lingkungannya. Seperti tidak membuang sampah ke sungai, sehingga tidak mengotori laut disekitar Pelabuhan Merak.

"Jadi dengan sangat hormat, masyarakat peduli dengan lingkungannya, sungainya jangan dikotorin," terangnya. (YDtama/Red)

berita terkait

Komentar