Lapak PKL Pasar Rau Disulap Jadi Baja Ringan, Relokasi Dinilai Membingungkan

SERANG, TOPmedia - Relokasi Pasar Induk Rau (PIR) yang berada di Ibu Kota Banten yaitu, Kota Serang, sangatlah membingungkan dan terkesan tarik menarik antar pedagang.

Informasi yang didapat pada hari Senin 9 September 2019, dari salah satu Anggota Paguyuban Pedagang Masyarakat Kota Serang (PPMKS), Imam Setia Budi melalui sambungan telepon. Bahwa terdapat baja ringan yang mulai diturunkan di sepanjang trotoar Pasar Rau.

Ia pun mencurigai, akan dibangunnya kios-kios yang menggunakan baja ringan di sepanjang trotoar PIR. "Halo mas, coba lihat di Rau. Banyak baja ringan yang diturunkan di sepanjang trotoar PIR," ungkap Budi melalui sambungan telepon.

Keesokan harinya, salah satu Tokoh Masyarakat Pasar Rau,  Madurib pun memberitaukan, adanya pembangunan lapak maupun kios di sepanjang trotoar PIR. "Mas Febi, itu ko di sepanjang trotoar PIR mulai dibangun kembali lapak-lapak PKL. Ko ini tidak singkron dengan statement Bapak Walikota Serang, Syafrudin. Bahwa tidak boleh dibangun lapak PKL di trotoar maupun bahu jalan," kata Madurib yang juga sebagai Dewan terpilih DPRD Kota Serang, Selasa (10/9/2019).

Pada hari inipun Rabu (11/9), kebenaran informasi tersebut teryata benar adanya. Setelah melihat langsung, terdapat 15 lapak PKL yang dibangun dengan baja ringan. Bahkan sudah ada yang mengisi sebanyak dua pedagang sayuran di lapak tersebut.

"Ini barulah 2 hari terdapat lapak, dan pengerjaannya waktu malam. Jadi sambil dagang ada yang ngerjain gitu. Kalau kayu terlihatnya kumuh, kalau ini kan kelihatannya bersih," kata Yanto salah satu pedagang PIR saat ditemui di lokasi, Rabu (11/9).

Berdasarkan informasi yang didapat dari Yanto, bangunan baja ringan yang memiliki luas 2x2 meter tersebut disewakan sebesar Rp 4 juta sebagai uang pendaftaran. Namun ia mengaku, tidak mengetahui pembayaran tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang ataupun kepada PT Pesona Banten Persada sebagai pengelola PIR. 

"Satu lapak bayar Rp4 juta, itu baru daftar doang. Nggak tau kedepannya berapa. Saya juga tidak tau siapa yang megang, terus dibayarin ke siapa. Kalau kemarin kita kontrak, dan bayarnya ke pengelola yang punya lahan disini," ujarnya.

Diketahui, padahal dinding yang menjadi pagar di sekeliling arus lalu lintas PIR bertuliskan dilarang berjualan di area ini, dan sesuai dengan Perda No 10 Tahun 2010 atas nama Satpol-PP Kota Serang. Hal itupun tidak digubris, dan bangunan baja ringan tetap mentereng serta disewakan.

Apalagi pada hari Senin 2 September 2019, Walikota Serang, Syafrudin bersama Wakil Walikota Serang, Subadri Usuludin melakukan sidak. Bahkan di tanggal 6 September 2019, Walikota Serang, Syafrudin melakukan bersih-bersih Pasar Rau, dengan mengajak para PKL untuk masuk ke dalam PIR. (TM3/Red)

berita terkait

Komentar