Sejumlah pengungsi ketika berfoto bersama dengan petugas TAGANA di tenda pengungsian, Jum'at (27/7/2018) (Foto:Topmedia)
Sejumlah pengungsi ketika berfoto bersama dengan petugas TAGANA di tenda pengungsian, Jum'at (27/7/2018) (Foto:Topmedia)

Korban Banjir ROB Lebak Selatan Minta Pemerintah Perbaiki Rumahnya

LEBAK, TOPmedia - Bencana banjir rob yang tiga hari lalu, telah mengakibatkan tujuh belas Kepala keluarga di kampung sukasari Desa Sukajadi Kecamatan Panggarangan harus mengungsi, karena rumah yang mereka tempati mengalami kerusakan, akibat terkena hantaman ombak besar.

Seorang Pengungsi Jamsiah (44) kepada Topmedia, Jum'at (27/7/2018) menuturkan, rumahnya hancur di hantam ombak, dan dirinya sudah tiga hari tidur di tenda pengungsian.

“Sudah tiga hari pak kami Tidur di tenda Pengungsian ini, rumah saya hancur kondisi sekarang Alhamdulilah setelah adanya bantuan dari berbagai pihak sedikitnya dapat meringankan beban,”katanya.

Jamsiah berharap, kepada intansi yang terkait dan Pemerintah dapat membantu membangun rumahnya yang rusak. Selain itu, ditempat pengungsian dirinya juga masih was was akan kejadian tersebut.

Baca Juga: BPBD Banten Kirimkan Bantuan ke Lebak Selatan Sesuai Kebutuhan Korban

“Sekali lagi kami yang terkena gelombang pasang ini, meminta tolong bantu perbaiki rumah sebab tidak nyaman kalau harus tidur di tempat seperti ini terus,”ujar jumsiah.

Sementara berdasarkan pantauan Topmedia dilapangan, terlihat para petugas dari DINSOS, BPBD,TAGANA,PMI dan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia stand by di tenda pengungsian.

Bandi petugas TAGANA kepada Topmedia menuturkan, bahwa sebenernya lokasi pengungsian tidak memenuhi SOP. Pasalnya, ombak masih dalam ketinggian lima sampai enam meter, namun pihaknya dan dan unsur Muspika Panggarangan sudah mencoba mencari lokasi pengungsian ke seberang jalan.

“Kami mencari lokasi ke tempat lebih tinggi, namun berdasarkan pengalaman sebelumnya tempat tersebut banyak ular. Sehingga semuanya di kembalikan lagi kepada musyawarah forum, dan berdasarkan keputusan gorum, pengungsian masih bisa di tempat ini,”tuturnya.(Uwa endin/Red)

berita terkait

Komentar