Pasar Induk Rau.*
Pasar Induk Rau.*

Kontribusi ke PAD Kecil, DPRD Kota Serang Soroti Kerjasama Pengelolaan Pasar Rau

SERANG, TOPmedia - Kerjasama Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang dengan PT Pesona Banten Persada disorot oleh DPRD Kota Serang, pasalnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terbilang kecil bagi Pemkot Serang.

Padahal kerjasama antara Pemkot Serang dengan PT Pesona Banten Persada sudah berlangsung sejak 2007 lalu. Akibatnya Pemkot Serang terus mengalami kerugian.

Pada sisi lain, Pemkot Serang juga terus mengalami kerugian setiap tahunnya, dimana Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat tidak bisa didapat, selama masih dikelola pihak ketiga.

Anggota Komisi I DPRD Kota Serang, Ujang Safrudirman mengaku sangat menyayangkan atas kondisi Pasar Induk Rau tersebut. Seharusnya dikatakan Ujang, sebagai pasar pemerintah dapat menghasilkan PAD.

"Namun pada kenyataannya, kondisi Pasar Induk Rau ini justru lebih memprihatinkan kondisinya dibandingkan dengan pasar tradisional, karena terlihat sangat kumuh. Selain penataannya juga yang masih terkesan semrawut," katanya, Senin (11/2/2019).

Biasanya, lanjut Ujang pasar tradisional yang selalu kumuh. Tapi ini justru terbalik, dimana pasar milik pemerintah yang terlihat kumuh dan semrawut.

Ujang menilai, selain kecilnya PAD yang diperoleh, sejumlah penerimaan pajak lainnya yang ada di sekitar Pasar Rau juga masih belum berjalan dengan baik, seperti pengelolaan terminal dan retribusi parkir.

"Padahal kalau dikelola pemerintah, kucuran dari pemerintah pusat itu sangat besar, tapi gagal kita terima. Selain dari hasil kerjasama dengan PT Pesona ini juga kecil, retribusi di sekitar pasar Rau juga belum berjalan," katanya.

Sementara itu, Dirut PT Pesona Banten Persada, Ovi Hurotun Nufus mengaku, segala sesuatu yang diperbuat oleh PT pesona Banten di dalam pasar induk Rau semuanya itu telah diketahui dan dikoordinasikan dengan Disperindag Kota Serang.

Lanjut Ovi, saat ini pihaknya juga mengaku tengah melakukan pemanfaatan lahan Pasar Induk Rau, mulai dari pengadaan sarana ibadah, MCK, hingga peningkatan kios pedagang. (Kie/Red)

berita terkait

Komentar