Rombongan Pawai ta'ruf Provinsi Banten saat menampilkan atraksi kesenian debus, di Kota Mataram, Jumat (29/07/2016).  (Foto: Angga)
Rombongan Pawai ta'ruf Provinsi Banten saat menampilkan atraksi kesenian debus, di Kota Mataram, Jumat (29/07/2016). (Foto: Angga)

Kesenian Debus Banten Disuguhkan pada Pawai MTQ Nasional XXVI

MATARAM, TOPmedia - Atraksi kesenian budaya Debus, disuguhkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten dalam pawai Ta'aruf, MTQ Nasional XXVI di Kota Mataram, NTB, Jumat (29/07) siang.

Atraksi Debus yang merupakan kesenian tradisional khas Banten tersebut sengaja ditampilkan Disbudpar Banten dalam upaya mendongkrak pariwisata Provinsi Banten di tahun 2016.

Kepala Disbudpar Banten Opar Sochari mengatakan, di tahun 2016 ini pihaknya menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan nusantara yang diharapkan bisa datang ke Banten.

Oleh karena itu, diperlehatan MTQ yang merupakan ajang tahunan nasional ini dimanfaatkan oleh Disbudpar Banten untuk mempromosikan pariwisata Banten.

“Karena potensi pariwisata Banten ini tidak kalah dengan Lombok, sebab Banten banyak memiliki potensi wisata seperti wisata budaya ada Baduy, wisata pantai ada Pantai Sawarna, Carita dan Anyer, dan wisata religi Banten Lama, dan masih banyak lagi,” kata Opar yang didampingi Kepala Seksi Kesenian Disbudpar Banten Rohendi, Jum’at, (29/7).

Opar mengatakan, rombongan pawai Ta’ruf yang diboyong oleh Disbudpar ke MTQ NTB ini untuk menampilkan atraksi kesenian khas Banten ini diantaranya adalah berasal dari Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten yang menampikan atraksi kesenian debus sebanyak 20 seniman, atraksi kesenian pencak silat, dan tarian khas Banten dari Sanggar Harum Sari dari Pandeglang.

“Bahkan rombongan pawai ta’aruf Banten mendapatkan antusias paling meriah dari masyarakat setempat maupun peserta lainnya,” terangnya.

Sementara Rohendi menambahkan, tak hanya debus, puluhan mobil hias yang melambangkan perpaduan masjid Banten Lama dan Masjid Raya Al Bantani juga dipertunjukan dalam pawai.

"Lambang- lambang keagamaan khususnya masjid agung banten lama dan Masjid Raya Al-Bantani juga kita suguhkan pada pawai ini agar kita tetap mengingat terhadap ulama besar asal Banten Syekh Nawawi Albantani,” ujar Rohendi.

Pada bagian lain, Ketua harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), Syibli Sarjaya mengatakan, kafilah Provinsi Banten mengirimkan sebanyak 43 peserta saat ini semuanya sudah melakukan registrasi pendaftaran kepada panitia. Artinya, mereka siap bertanding.

“Dari 43 peserta itu, 22 peserta inti dan 11 cadangan, kita akan mengikuti tujuh cabang yang dilombakan,” kata Syibli.

Syibli menjelaskan untuk kafilah Banten ada empat cabang yang paling diunggulkan yakni tahfidz, tilawah, syahril Quran, dan fahmil Quran. Meski demikian, menurutnya semua cabang yang lombakan merupakan andalan.

Terkait peserta, lanjut Syibli, Kafilah Banten murni putra daerah. Ia menjelaskan karena MTQ kali ini menggunakan sisitem online.

Pembukaan MTQ Nasional XXVI akan dilaksanakan pada hari Sabtu (30/07) malam dan akan dibuka langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Islamic Center, Kota Mataram. (Hms/red)

berita terkait

Komentar