Kepala BNN Banten Brigjen Pol Tantan Sulistyana, sat memusnahkan sabu seberat 10 Kilogram, Jumat (22/03/2019). (Foto:TOPMedia)
Kepala BNN Banten Brigjen Pol Tantan Sulistyana, sat memusnahkan sabu seberat 10 Kilogram, Jumat (22/03/2019). (Foto:TOPMedia)

Kendati Penjagaan Fokus Pada Pilpres & Pileg, BNN Tetap Waspadai Peredaran Narkoba di Banten

SERANG, TOPmedia – Banten menjadi pintu dan jalur masuk narkoba, terlihat dari terbongkarnya Sabu satu ton di Anyer, sampai penangkapan pengedar Sabu di pesisir Bojonegara, Kabupaten Serang. Oleh karena itu, BNN Banten tetap mewaspadai peredaran narkoba, bahkan saat Pemilu 2019.

Baca Juga

Saat Pelaksanaan Pemilu, penjagaan Akan fokus pada kampanye akbar sampai perhitungan Suara. Karenanya, ada celah kerawanan yang dimanfaatkan bandar maupun pengedar narkoba untuk memasukkan produknya. Karena alasan inilah, BNN Banten mewaspadai terutama jalur pesisir dan Pelabuhan yang menjadi lokasi penyebrangan.

"Peredaran narkoba kita lihat dari dua hal, pasokan termasuk demind. Permintaan banyak, pasokan banyak, permintaan cukup title," kata Brigjen Pol Tantan Sulistyana, Kepala BNN Banten, saat ditemui dikantornya, Jumat (22/03/2019).

Berita Terkait: Bernilai Rp 10 M, Sabu Seberat 10 Kg Dimusnahkan BNN Provinsi Banten

Guna mempersempit ruang gerak peredaran narkoba dan jalur masuknya, BNN Banten bekerjasama dengan Berbagai institsui, seperti pengelola Pelabuhan.

"Kita Buka komunikasi dengan otoritaa di daerah tersebut," terangnya.

Sepanjang tahun 2018 saja, BNN Banten berhasil menggagalkan peredaran narkoba Jenis Sabu seberat 7kg, ganja 335 kg Dan ekstasi berjumlah 65 Ribu butir.

Selain itu, BNN Banten Akan berusaha mengenakan Hukuman maksimal, Bagi pengedar Dan bandar narkoba.

"Penegakan Hukum, penerapan ancaman yang berat. Kita membuka jejaring di lokasi yang rawan," jelasnya. (Ydtama/Red)

berita terkait

Komentar