Salah seorang warga Lingkungan Cipala, ketika mengisi  air bersih dari penampungan ke jerigen miliknya, Rabu (11/9/2019). (Foto: TOPmedia)
Salah seorang warga Lingkungan Cipala, ketika mengisi air bersih dari penampungan ke jerigen miliknya, Rabu (11/9/2019). (Foto: TOPmedia)

Kemarau Panjang, Warga Cipala Cilegon Keluhkan Harga Air Bersih Lebih Mahal Dibanding Beras

CILEGON, TOPmedia - Dampak kemarau yang berkepanjangan, puluhan warga di Lingkungan Cipala RT 01/05, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, iuran untuk mendapatkan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal tersebut dilakukan warga mengingat sumber air bersih di wilayah tersebut kondisinya terbatas.

Hasunnah warga RT 01/05, mengaku mendapatkan jatah sehari 7 jerigen, kendati tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, namun mau tak mau jatah tersebut harus cukup. Pasalnya, selain karena persedian air yang terbatas, ia pun harus merogoh kocek tidak sedikit, yakni Rp 2.000 per jerigen. "Cukup engga cukup si jatah 7 jerigen in, biasanya buat nyuci sama mandi. Kalau minum saya mah beli," katanya, saat ditemui ketika mengisi air bersih dari penampungan, Rabu (11/9/2019).

Sementara itu, Anggota Remaja Masjid Cipala selaku pengelola air bersih, Dayat mengaku miris dengan kondisi kekurangan air bersih dilingkungan Cipala tersebut. Pasalnya, dengan terbatasnya air, membuat harga air di lingkungan lebih mahal dari harga beras untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Kalau beras sehari mungkin cukup satu liter setiap Kepala Keluarga, sementara kebutuhan air terkadang 7 sampai 10 jerigen. Dimana setiap Jerigen harga Rp 2.000, jika di kali 10 sudah Rp 20.000," ungkapnya.

Ia mengatakan, terpaksa memberlakukan harga Rp 2.000 per jerigen tersebut, karena selain untuk biaya transportasi membeli air, juga untuk beli air yang mencapai Rp 50.000 per 1.000 liter. Selain itu, uangnya pun digunakan untuk kegiatan sosial masyarakat. "Dananya dari warga sendiri, kalau kita jual harganya Rp 2000 per jerigen, tapi kita sistemnya tidak memaksa ada yang ngasih kita terima kalau enggak juga kita enggak nagih," kata Dayat.

Oleh karena itu, ia berharap kedepannya pemerintah maupun perusahaan yang ada di Cilegon mampu membantu kebutuhan air bersih untuk wilayah ini.

Ketua RT 01 Ashari mengatakan, setiap hari pihaknya mendapat suplay air bersih hanya sekitar 6.000 liter. Padahal, jumlah KK di RT nya mencapai 70. Kendati demikian, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Pasalnya, transportasi yang digunakan hanya 1 unit truk tangki, dimana 1 unit truk tangki tersebut harus memenuhi kebutuhan air bersih di 6 RT di lingkungan Cipala.

Sedangkan, Supir truk tangki yang biasa memabawa air bersih di Lingkungan Cipala Rebi'in  mengaku, untuk memenuhi kebutuhan 6 RT dibutuhkan 15-17 truk tangki dengan kapasitas 3000 liter. "Jadi untuk memenuhi kebutuhan air di Lingkungan ini, kadang kita angkut dari 15-17 tangki," katanya.

Ia juga mengaku, kendaraan truk yang digunakan untuk mengangkut air tersebut dinilai masih kurang. Mengingat kebutuhan warga untuk air bersih di Lingkungan tersebut masih kurang memadai. "Kalau kendaraan si jujur ya masih kurang, ini aja satu sering bolak balik ngisi air untuk wilayah RT lain," tuturnya. (Ik/Red)

berita terkait

Komentar