Ilustrasi.*
Ilustrasi.*

Kemarau Panjang di Lebak, Warga Panggarangan Krisis Air Bersih

LEBAK, TOPmedia - Kemarau panjang tahun ini membuat masyarakat dibeberapa daerah sangat kekurangan air bersih, salah satunya di  Kampung Kadu Pandak, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten.

Edi, salah satu warga Kampung Kadu Pandak kepada TOPmedia mengatakan, masyarakat di daerahnya setiap tahun kekurangan air bersih, bahkan bukan kekurangan lagi tapi sudah tidak ada. Sumur-sumur yang berada di kampungnya sudah pada kering, sudah tidak ada lagi airnya. Biasanya para  warga nyelang dari mata air yang ada di gunung, namun sekarang dari mata airnya pun sudah tidak ada.

"Jadi kami sekarang membuat sumur umum, yang jaraknya dari kampung sekitar 1500 meteran. Bukan hanya jauh jaraknya, juga curam posisinya. Kami sangat megkhawatirkan sekali untuk para ibu-ibu yang ke sumur itu mereka mencuci pakaian disana, saat pulangnya mereka sangat khawatir karena membawa cucian dan sedikit air buat persediaan di rumah," ujar Edi, Sabtu (21/9/2019).

Menurut Edi, dengan kondisi jalan yang begitu jauh dan curam, masyarakat tetap datang ke sumur itu, karena hanya itu air bersih yang dimiliki selama ini. "Saya memohon kepada pemerintah, kecamatan, kabupaten, provinsi maupun pusat segera kami buatkan penampungan air bersih di kampung kami," harap Edi.

Hal senada juga dikatakan warga lainnya yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya,  dulu pada saat pemilihan kepala desa, ada salah satu calon yang sanggup membuat penampungan air. Tetapi setelah terpilih, sampai saat ini masih belum ada juga realisasi, padahal waktu menjabatnya tinggal satu atau dua tahun lagi.

"Saya masyarakat tidak banyak meminta banyak, realisisasikan saja dulu janjinya itu. Dan saya juga memohon kepada perusahan PT Cemindo bantu kami air bersih sekarang, karena kami benar-benar sangat membutuhkan," harapnya. 

TOPmedia mencoba konfirmasi kepada kepala desa Mekarjaya melalui pesan WhatsAppnya tidak ada respon, bahkan sampai berita ini diturunkan kepala desa Mekarjaya masih belum merespon. (Uwa endin/Red)

berita terkait

Komentar