Ilustrasi.
Ilustrasi.

Kedelai Mahal Efek Corona, Perajin Tahu di Kota Serang Mogok Produksi

SERANG, TOPmedia - Perajin tahu di Kota Serang melakukan demo mogok produksi sejak empat hari lalu. Mereka menghentikan produksi karena kacang kedelai yang merupakan bahan baku naik hingga 23 persen. Sebelumnya, harga kedelai Rp 6.500 per kilogram, namun kini menjadi Rp 8.500 per kilogram.

Seorang perajin tahu di Lingkungan Domba Tegal, Kelurahan Lopang Kota Serang Ujang Elon mengatakan, beberapa waktu lalu para perajin dan pedagang membawa pulang kembali tahu dan tempe yang sudah tersebar di pasaran. "Sudah empat hari, bahkan waktu itu juga kami bawa pulang lagi tahu dan tempenya. Kami melakukan demo mogok kerja, dan tidak berjualan," ujarnya, Selasa (31/3/2020).

Aksi mogok produksi tersebut dilakukan hingga hari ini, dan selama belum ada kebijakan atau pun solusi dari pemerintah pihaknya tidak akan memproduksi. "Pemerintahnya hanya mengurus corona, penyakit dari dulu sudah ada. Sekarang harga kedelai naik jadi Rp 8.500, tadinya Rp 6.500 per kilo, kami perajin tahu menjerit," ucapnya.

Ia mengatakan, sejak maraknya wabah Covid-19 atau virus Corona, harga kacang kedelai langsung melambung tinggi. Bahkan, para pekerja dan pabrik tahu meliburkan diri, karena tidak sanggup untuk memenuhi ongkos produksi. "Sejak adanya corona, harga sudah naik, pekerja pun meliburkan diri, dan kami sudah tidak sanggup untuk ongkos produksinya," katanya.

Manajer Koperasi Produsen Tahu Tempe dan Oncom Sumber Rezki Barokah Provinsi Banten, Maulana Fikri mengatakan, demo para UKM dan perajin tahu beberapa hari ini merupakan salah satu bentuk kekecewaan mereka terhadap kenaikan harga kacang kedelai. Namun, pemerintah belum ada solusi dalam menangani hal tersebut.

"Banyak pertimbangan bila terus produksi. Dan hari ini kami tidak produksi agar pemerintah daerah maupun pusat menilai bagaimana kesiapan dalam menghadapi situasi seperti (pandemi virus corona). Mudah-mudahan dengan langkah ini pemerintah daerah bisa menyampaikan ke pemerintah pusat, agar bisa menstabilkan kembali kedelai," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop UKM) Kota Serang, Yoyo Wicahyono mengatakan, hal tersebut akan dibahas dan diusulkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Sebab, kenaikan kacang kedelai impor merupakan kewenangan Pemerintah Pusat.

"Ini akan jadi catatan dan pembahasan, serta perhatian kami.  Laporan ini baru saya terima dan kami akan langsung bergerak untuk melakukan pengecekan ke pasar dan distributor serta mencari penyebab kenaikan. Selanjutnya akan kami koordinasikan juga dengan Bulog, dan nanti pada rapat ketapang pasti akan kami bahas dan usulkan," ujarnya.

Namun, berdasarkan pantauan timnya di lapangan, harga kacang kedelai masih stabil. Hanya saja, tingkat konsumsi masyarakat cenderung menurun. "Semua komoditi, dalam artian pedagang di pasar masih tetap buka, tapi pembeli sepi atau berkurang. Kami juga punya petugas pemantau dan petugas salar yang setiap harinya berada di lapangan. Kenaikan ini juga karena dolar saat ini sedang naik," katanya. (Uly/Red)

berita terkait

Komentar

pCloud Premium