Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Engkos Kosasih. (Foto: Net)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Engkos Kosasih. (Foto: Net)

Kata Kepala Dindikbud Banten Terkait Batal Pemecatan 6 Honorer Guru SMAN 9 Kronjo

SERANG,TOPmedia - Terkait pengangkatan kembali 6 guru honorer di SMAN 9 Kronjo, Kabupaten Tangerang. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Engkos Kosasih mengungkapkan, bahwa 6 honorer yang berfose dan memegang stiker pasangan capres tertentu, tetap diberikan sanksi namun memang tidak jadi diberhentikan.

"Berdasarkan masukan dari PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Banten, Lembaga Bantuan Hukum KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) dan pemerhati pendidikan di Banten. Disepakati adanya sanksi bagi guru yang melanggar UU Pemilu, namun mereka meminta Dindikbud untuk mempertimbangkan agar para guru honorer itu bisa dipekerjakan kembali,” tutur Engkos.

Sehingga dijelaskan Engkos, atas saran dan masukan dari penggiat pendidikan dan organisasi kepemudaan itu, KCD Pendidikan Tangerang sepakat untuk mengaktifkan kembali para guru honorer itu usai Pilpres yakni 1 Mei 2019.

Baca: Forum Honorer Banten Apresiasi WH dan Siap Jaga Netralitas di Pemilu 2019

Engkos membantah, pengaktifan kembali tenaga honorer di SMAN 9 Kronjo ini karena adanya tekanan politik dari partai tertentu, namun murni masukan dari PGRI, LKBH KNPI dan pemerhati pendidikan.

Baca: Batal Dipecat, Kepala Dindikbud Banten Pekerjakan Lagi 6 Guru Honorer SMA Kronjo

”Ini murni musukan dari PGRI,KNPI dan pemerhati pendidikan, bukan karena adanya tekanan dari partai politik tertentu,” tegasnya. (Red)

berita terkait

Komentar