Ilustrasi (Foto:Net)
Ilustrasi (Foto:Net)

Karena Perkara Ini, Beberapa Wanita Ini Haram Dinikahi Dalam Islam

TOPmedia – Islam adalah agama yang sempurna. Kesempurnaan Islam terlihat dari adanya syariat yang mengatur tentang segala kehidupan manusia. Mulai dari lahir sampai meninggal dunia. Dalam hal ini, termasuk urusan memilih calon pasangan atau istri.

Dalam Islam, tidak semua wanita boleh diperistri. Ada larangan-larangan tertentu yang harus diperhatikan. Islam juga mengatur bahwa ada wanita-wanita yang terlarang untuk dinikahi karena banyak sebab dan faktornya.

Kita dapat membagi klasifikasi tentang wanita yang haram dinikahi berdasarkan agama, hubungan kemahramam, dan juga mantan pezina.

Pertama, faktor perbedaan agama. Pada prinsipnya, syariat Islam mengharamkan seorang laki-laki menikahi wanita yang bukan muslim. Dan bila pernikahan beda agama itu dilakukan juga, secara hukum syariah pernikahan itu dianggap tidak sah dan seolah-olah tidak pernah terjadi perkawinan.

Resikonya secara hukum syariah adalah bahwa perbuatan mereka dikategorikan zina. Dan apabila ada anak yang lahir dari persetubuhan, statusnya tergolong anak zina yang tidak punya kekuatan syariah. Namun Alquran dan As-Sunnah membenarkan terjadinya pernikahan antara laki-laki muslim dengan wanita ahli kitab.

Kedua, faktor akhlak dan perilaku yang buruk. Faktor keharaman pernikahan yang kedua adalah faktor akhlak atau perilaku yang buruk dari seorang wanita. Misalnya seorang wanita yang masih aktif berzina atau melacurkan diri menjual kenikmatan kepada semua laki-laki, maka haram hukumnya untuk dinikahi, walaupun secara status dia mengaku beragama Islam.

“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.” (QS. An-Nur : 2)

Ketiga, faktor mahram. Mahram didefinisikan sebagai para wanita yang diharamkan untuk dinikahi secara permanen, baik karena faktor kerabat, penyusuan atau pun berbesanan. Salah satu faktor yang paling menentukan dalam urusan boleh tidaknya suatu pernikahan terjadi adalah status wanita yang menjadi pengantin.

Para ulama membagi wanita yang merupakan mahram menjadi dua klasifikasi besar, mahram yang bersifat abadi dan mahram yang tidak abadi alias sementara.

Alquran telah menyebutkan sebagian dari wanita yang haram untuk dinikahi, antara lain :

“Diharamkan atas kamu ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan ; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu ; anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu , maka tidak berdosa kamu mengawininya; isteri-isteri anak kandungmu ; dan menghimpunkan dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa : 23). (RED)

 

 

Sumber: gomuslim.co.id

berita terkait

Komentar