Wakil Walikota Serang, Subadri Usuludin.
Wakil Walikota Serang, Subadri Usuludin.

Jelang Natal, Wakil Walikota Serang Imbau Warga Jaga Toleransi Beragama

SERANG, TOPmedia - Jelang perayaan Hari Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, mengimbau kepada seluruh masyarakatnya untuk menjaga toleransi antar umat beragama.

Dikatakan Wakil Walikota Serang, Subadri Usuludin, ia memerintahkan kepada seluruh stakeholders agar mampu untuk selalu bersinergi dan meningkatkan toleransi antar umat agama.

“Kota Serang meski berbeda-beda Aqidah, beda-beda segala macem, tapi saya harapkan tetap kondusif dan saling menghargai,” ujarnya, Senin (9/12/2019).

Berkaitan dengan Tahun Baru 2020, pihaknya meminta warga Muslim meramaikan masjid dan tidak menyarankan mengunjungi tempat hiburan saat malam pergantian tahun Masehi atau berkeliling menggunakan kendaraan hingga membuat kemacetan.

“Bagi umat Muslim, telah melewati Tahun Baru Islam. Untuk pergantian tahun baru Masehi ini kita jadikan momentum evaluasi perbaikan kinerja dan ibadah di masa lalu dan masa depan,” katanya.

Sementara itu, Polres Serang Kota akan dibantu Kodim 0602/Serang akan melakukan pengamanan di 7 Gereja wilayah hukum Polres Serang Kota. Hal itupun dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Jadi untuk pengamanan di wilayah hukum Polres Serang Kota ada 11 Geraja. Namun sementara saat ini kita baru menerima 7 gereja yang melaksanakan perayaan Natal," kata Kapolres Serang Kota, AKBP Edy Cahyono.

Selain itu juga, lanjut Kapolres,  dari mabes Polri dan Mabes TNI akan membantu pelaksanaan  pengamanan operasi lilin tahun 2019 dari awal pelaksanaan Natal sampai dengan Tahun baru.

"Kita akan tempatkan personil bagi dari anggota Polri, TNI dan Masyarakat, untuk membantu pengamanan perayaan Natal," terangnya.

Kemudian, Tim Gegana juga akan diturunkan, pihaknya akan melihat situasi dengan melakukan sterilisasi terlebih dahulu sebelum melaksanakan pengamanan Natal.

Untuk jumlah personel, kata Kapolres, dirinya belum bisa memastikan. Dengan alasan kegiatan Natal tidak hanya terpaku pada tanggal 25 Desember, akan tetapi bisa tanggal sebelumnya ataupun tanggal sesudahnya.

"Kita belum bisa memastikan jumlah personil berapa, kita masih menunggu dari data Intelijen, ada berapa kegiatan yang akan dilaksanakan termasuk jumlah umat," tandasnya. (TM1/Red)

berita terkait

Komentar