Kepala UPTD Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial di Dinas Sosial Kota Cilegon, Yusuf. (Foto: TOPmedia)
Kepala UPTD Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial di Dinas Sosial Kota Cilegon, Yusuf. (Foto: TOPmedia)

Iuran BPJS Naik, Masyarakat Kota Cilegon Rame-rame Pindah Jadi Peserta PBI

CILEGON, TOPmedia - Kenaikan iuran Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang rencananya mulai efektif per 1 Januari 2020, membuat masyarakat khususnya di Kota Cilegon berbondong-bondong pindah menjadi peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).

"Karena ada isu kenaikan banyak masyarakat pindah ke PBI, hal ini juga mengingat banyak ketidakmampuan dalam pembayaran sehingga tidak sedikit masyarakat yang menunggak iurannya. Ini yang membuat masyarakat berbondong-bondong pindah ke PBI," kata  Kepala UPTD Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial di Dinas Sosial Kota Cilegon, Yusuf, di Kantornya, Jumat (20/9/2019).

Ia juga mengungkapkan bahwa, dari delapan kecamatan yang ada di Kota Cilegon, peserta BPJS PBI paling banyak berada di Kecamatan Citangkil, mengingat di Citangkil ada tujuh kelurahan, dari kuota peserta BPJS PBI yang mencapai 8.000, sekitar 2.800 ada di Kecamatan Citangkil.

"Untuk Citangkil ini belum di follow up abis, nanti kita akan kirim  ke Kantor BPJS secara  kolektif bukan satuan, agar bisa dibaca sekligus, sehingga feedback nama mana yang diterima mana dtolak, bisa segera diketahui," katanya.

Kendati demikian, lanjut Yusuf, terkait kuota hal tersebut baru asumsi dasar, karena yang berkewenangan anggaran Dinkes Kota Cilegon. "Ketika Dinkes mengalokasikannya kita bisa tahu berapa kuota yang bisa diserap," ujarnya.

Ia mengaku berharap, semua warga masyarakat Kota Cilegon, khususnya masyarakat yang tidak mampu bisa disisir menjadi anggota PBI, yang di prientasikan menjadi UHC (Universal Health Coverage). (Ik/Red)

berita terkait

Komentar