Ilustrasi.
Ilustrasi.

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Dinkes Cilegon Ajukan Kenaikan Anggaran

CILEGON, TOPmedia - Menyusul akan adanya kenaikan iuran biaya BPJS yang dilakukan oleh pemerintah pusat, Dinas Kesehatan Kota Cilegon berencana mengusulkan anggaran untuk biaya iuran BPJS kesehatan sekitar Rp 15 miliar, pada Rencana APBD tahun 2020 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Arriadna menjelaskan, Dinas Kesehatan Kota Cilegon membutuhkan biaya sekitar Rp 15 miliar untuk pembayaran Iuran BPJS warga Kota Cilegon yang ditanggulangi oleh Pemerintah Kota Cilegon.

Menurutnya, dilakukannya penambahan anggaran untuk iuran BPJS tersebut. Selain, menyusul adanya kenaikan biaya iuran BPJS. Namun juga, akan adanya penambahan anggota kepesertaan BPJS yang ditanggung oleh pemerintah.

"Namun, saya belum dapat memastikan berapa jumlah peserta iuran BPJS yang akan dilakukan penambahan. Karena sampa saat ini masih dilakukan verivikasi oleh Dinsos Kota Cilegon," katanya, Senin (4/11/2019).

Adapun yang akan menerima bantuan iuran BPJS dari Pemkot Cilegon, lanjut Arriadna,  selain masyarakat Cilegon yang kurang mampu namun juga ada beberapa kelompok pekerja Pemerintah Kota Cilegon serta pegawai honorer serta RT/RW yang ada di Pemkot Cilegon.

Arriadna menyampaikan, program iuran BPJS untuk masyarakat kota Cilegon dan pegawai honorer di lingkup Pemkot Cilegon yang ditanggung oleh pemerintah tersebut adalah program yang sudah lama dilakukan. Dimana program itu, merupakan tindak lanjut dari program yang dilakukan oleh mantan Walikota Cilegon Iman Ariadi.

"Kenaikan biaya iuran BPJS Kesehatan tersebut, secara langsung akan menjadi beban Pemkot Cilegon. Sehingga hal itu dapat berpengaruh terhadap pengeluaran anggaran dari APBD Pemkot Cilegon," katanya. (Ik/Red)

berita terkait

Komentar