Ingin Diangkat Drajatnya dan Dihapus Keburukannya? Ayo Wudhu Sebelum Tidur!

TOPmedia – Berwudhu itu dapat menjadi sebab seseorang hamba diangkat derajatnya dan juga dapat menjadi sebab dihapuskan keburukan-keburukan pada hamba tersebut. 

Sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah RA, Rasulullah ﷺ bersabda: 

أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ. قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ «إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ

“Maukah kalian untuk aku tunjukkan atas sesuatu yang dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat? Mereka menjawab, Tentu, wahai Rasulullah. Beliau bersabda, ‘Menyempurnakan wudhu pada sesuatu yang dibenci (seperti keadaan yang sangat dingin), banyak berjalan ke masjid, dan menunggu sholat berikutnya setelah sholat. Maka itulah ribath.” 

Berwudhu juga bisa menjadi sebab terbukanya pintu surga bagi seorang hamba. Sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dari Uqbah bin Amir, sebagai berikut: 

 كَانَتْ عَلَيْنَا رِعَايَةُ الإِبِلِ فَجَاءَتْ نَوْبَتِى فَرَوَّحْتُهَا بِعَشِىٍّ فَأَدْرَكْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَائِمًا يُحَدِّثُ النَّاسَ فَأَدْرَكْتُ مِنْ قَوْلِهِ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهُ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ مُقْبِلٌ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ». قَالَ فَقُلْتُ مَا أَجْوَدَ هَذِهِ. فَإِذَا قَائِلٌ بَيْنَ يَدَىَّ يَقُولُ الَّتِى قَبْلَهَا أَجْوَدُ. فَنَظَرْتُ فَإِذَا عُمَرُ قَالَ إِنِّى قَدْ رَأَيْتُكَ جِئْتَ آنِفًا قَالَ «مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ - أَوْ فَيُسْبِغُ - الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ إِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ»

“Dahulu kami menggembala unta, lalu datanglah malam, maka aku mengistirahatkannya dengan memberikan makan malam. Lalu aku mendapati Rasulullah berdiri berbicara kepada manusia. Dan dari sebagian sabdanya yang aku dengar adalah:

"Tidaklah seorang muslim berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mendirikan sholat dua rakaat dengan menghadapkan hati dan wajahnya, kecuali surga wajib diberikan kepadanya," Uqbah berkata, "Maka aku berkata, "Alangkah baiknya ini. Tiba-tiba seorang pembicara di depanku berkata, "Yang sebelumnya adalah lebih bagus."

Saat aku lihat, ternyata dia adalah (Umar) Uqbah lalu berkata, "Sesungguhnya aku telah melihatmu datang barusan.” Umar lalu menyebutkan, “Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu, lalu menyampaikan wudhunya atau menyempurnakan wudhunya kemudian dia bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya melainkan pintu surga yang delapan akan dibukakan untuknya. Dia masuk dari pintu manapun yang dia kehendaki."

Uqbah berkata, "Maka aku berkata, Alangkah baiknya ini, tiba-tiba seorang pembicara di depanku berkata, Yang sebelumnya adalah lebih bagus. Saat aku lihat, ternyata dia adalah [Umar].’ Uqbah lalu berkata, ‘Sesungguhnya aku telah melihatmu datang barusan.”

Umar lalu menyebutkan, “Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu, lalu menyampaikan wudhunya atau menyempurnakan wudhunya kemudian dia bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya melainkan pintu surga yang delapan akan dibukakan untuknya. Dia masuk dari pintu manapun yang dia kehendaki.”   

Terdapat perbedaan pendapat para fuqaha di dalam hukum wudhu sebelum tidur.  Akan tetapi mayoritas ulama fiqih dari mazhab Hanafi, Hanbali, dan Syafi'i berpendapat  wudhu sebelum tidur adalah sunnah. Sebagaimana hadits:  

إذا أتيت مضجعك فتوضّأ وضوءك للصّلاة، ثم اضطجع على شقّك الأيمن  “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk sholat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu.” Sementara Mazhab Maliki berpendapat wudhu sebelum tidur itu wajib. 

Dan di antara keutamaan wudhu sebelum tidur adalah bahwa orang yang suci atau punya wudhu maka malaikat memintakan amlunan untuknya. Sebagimana diriwayatkan Ibnu Hibban :

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا، قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci." Hadits lainnya, Nabi Muhammad bersabda:

"Tidaklah seorang mukmin tidur dalam keadaan telah berdzikir dan suci, lalu bangun disebagian malam dan meminta kepada Allah kebaikan di dunia dan di akhirat kecuali Allah akan memberinya." (Sunan Abu Dawud). (Redaksi)

 

 

Sumber: Republika.co.id

berita terkait

Komentar