Ilustrasi.*
Ilustrasi.*

Hingga Juni 2019, 14 Kasus Kekerasan Tehadap Anak Terjadi di Kota Serang

SERANG, TOPmedia - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang mencatat hingga bulan Juni 2019 telah terjadi 14 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sementara untuk tahun 2018 ada 34 kasus.

Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas DP3AKB Kota Serang, Toyalis. Dari 14 kasus yang terjadi di Kota Serang dikatakan Toyalis, delapan diantaranya merupakan kasus pemerkosaan terhadap perempuan dan anak.

"Umurnya ada yang 6 tahun, yang paling kecil ada 4 tahun dan paling besar 11 tahun," katanya kepada awak media di Kota Serang, Jumat (12/7/2019). 

Menurutnya, kekerasan pada perempuan dan anak cenderung dilakukan oleh orang-orang terdekat dari korban seperti tetangga bahkan anggota keluarganya sendiri. Ia menuturkan, kekerasan pada perempuan dan anak terjadi dipicu oleh faktor lingkungan, salah pergaulan hingga pemahaman terhadap norma- norma agama yang minim.

"Faktor lingkungan, kalau anak-anak pengaruh dari Handphone liat film gitu (Porno, red)," ujarnya.

Untuk mengatasi dan menekan angka kekerasan pada perempuan dan anak, Toyalis mengaku telah membentuk Pusat Pendidikan Keluarga (PUSPAGA) sebagai upaya pencegahan dini.

"Jadi kami selalu mendapatkan laporan setelah kejadian dan kami membantu anak (korban) itu sampai pemulihan serta yang menanganinya nanti ada dari psikolog sama pendidikan untuk anak," pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin menjelaskan, memang kekerasan terhadap anak menurut Laporan DP3AKB meningkat. Dirinya juga mengaku prihatin atas kejadian itu.

“Kami juga akan melakukan penyuhan-penyuluhan tentang pendidikan seks terhadap anak. Kepada dinas terkait agar bisa menangani dengan serius tanpa ada basa-basi, yang berbuat seperti itu ditindak sesuai hukum," tukasnya. (Kie/Red)

berita terkait

Komentar