Ilustrasi.*
Ilustrasi.*

Hiburan Malam Menjamur, Pemkot Serang Dinilai Lemah Tegakkan Perda Pekat

SERANG, TOPmedia - Menjamurnya tempat hiburan malam di Kota Serang dinilai karena lemahnya Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Pekat).

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Amanudin Toha. Menurut Toha, lemahnya penegakkan Perda ini dianggap menjadi salah satu penyebab menjamurnya bisnis hiburan malam di ibu kota Provinsi Banten yang dipimpin oleh Tubagus Haerul Jaman tersebut.

"Jadi banyak tempat hiburan malam, karaoke-karaoke di Kota Serang tanpa izin (ilegal)," kata Toha, Kamis (23/3/2017).

Padahal kata Toha, wali kota sudah bersepakat untuk segera menertibkan tempat-tempat yang identik dengan sarang maksiat tersebut. Apalagi jelang bulan suci Ramadhan.

"Sudah jadi kesepakatan wali kota dan DPRD bahwa tempat hiburan malam harus ditutup, apalagi dua bulan lagi sudah masuk bulan puasa, tentu harus cepat ditindaklanjuti. Saya minta, wali kota segera terbitkan Perwal soal ini," terangnya.

Langkah tersebut sambung Toha agar polemik seperti razia Satpol PP terhadap warteg milik Saeni saat bulan puasa tak lagi terulang.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Serang, Maman Lutfi mengatakan, BPMTSP selaku instansi yang berwenang, harus memberikan sanksi tegas kepada pengusaha nakal dengan mencabut izin usaha mereka.

"BPMTSP harus mencabut izin usaha hotel, restoran dan kafe yang melanggar aturan. Makanya saya minta ketegasan dari pak wali kota menyelesaikan permasalahan penyakit masyarakat ini," ujarnya. (Surya/Red)

berita terkait

Komentar