Kepolisian Resor (Polres) Cilegon menggelar konferensi pers terkait kasus 13 kilogram narkotika jenis sabu-sabu di halaman Mapolres Cilegon, Jumat (8/1/2021). (Firasat/Topmedia)
Kepolisian Resor (Polres) Cilegon menggelar konferensi pers terkait kasus 13 kilogram narkotika jenis sabu-sabu di halaman Mapolres Cilegon, Jumat (8/1/2021). (Firasat/Topmedia)

Hendak Edarkan Sabu Seberat 13 Kg, 3 Pria di Kota Cilegon Ditangkap Polisi

CILEGON, TOPmedia – Kepolisian Resor (Polres) Cilegon berhasil menangkap 3 pria terkait kasus 13 Kilogram narkotika jenis sabu-sabu. Ketiga tersangka ditangkap di tempat yang berbeda.

"Barang bukti yang disita satu buah peti kayu yang terdapat 13 Paket berlakban yang didalamnya berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu sabu," Kata Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono saat konferensi pers di halaman Mapolres Cilegon, Jumat (8/1/2021).

Lebih lanjut, terdapat barang bukti satu unit mobil toyota inova warna hitam nopol BM 1725 DU, satu unit handpone Oppo, Samsung, Redmi dan Nokia. Diketahui, ketiga tersangka diantaranya Zainal Efendi (30), Ade Putra (34) dan Muhammad Salman (35) merupakan bukan warga penduduk Cilegon.

"Berawal dari informasi yang didapat, bahwa akan ada pengiriman paket yang diduga narkotika dari daerah sumatera yang dikirim menggunakan transportasi bus melalui penyebrangan merak dan diduga akan transit didaerah cilegon," ungkapnya.

Kemudian, Kepala Satuan Researse Narkoba Polres Cilegon, AKP Dedi Mirza melakukan penyelidikan untuk mengetahui paket tersebut.

"Nah, pada hari Jumat tanggal 1 Januari 2021 sekitar jam 04.00 WIB diketahui bahwa dirumah Makan KAFFIE tepatnya di Lingkungan Gerem Raya RT.02/RW.04, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon terdapat 2 peti kayu berisikan buah Alpukat dan Semangka yang dititipkan oleh awak bus ke rumah makan," terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya melakukan pengecekan dan diketahui pada bagian bawah peti kayu berisikan buah Alpukat terdapat paket diduga narkotika jenis sabu-sabu. Kemudian, petugas segera melakukan pengejaran terhadap tersangka guna mengungkap jaringan narkotika tersebut.

"Nah, pada hari Sabtu tanggal 2 Januari 2021 sekira jam 16.00 WIB dilakukan penangkapan terhadap ZE dirumahnya di Jorong Aua Duri, Desa Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat," ungkapnya.

Kemudian, sekira pukul 16.15 WIB dilakukan pengejaran terhadap MS yang tidak jauh dari tempat tinggal ZE. Namun, MS berhasil melarikan diri.

"Dengan informasi yang didapat dari ZE, dilakukan pengembangan terhadap tersangka lain yakni AP yang berhasil ditangkap pada hari Minggu tanggal 03 Januari 2021 sekira jam 00.30 WIB dipinggir jalan melati desa balik alam, kecamatan mandau, kabupaten bengkalis, Provinsi Riau dan pada hari Senin tanggal 4 Januari 2021 sekira jam 13.00 WIB Tim mendapatkan informasi MS berada di daerah Jorong Air Putiah, Desa Sari Lamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat," tuturnya.

Kemudian, tim melakukan pengejaran, pada hari Selasa tanggal 05 Januari 2021 sekira jam 00.15 WIB Tim melakukan penangkapan terhadap MS di daerah Jorong Air Putiah, Desa Sari Lamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Namun, dalam upaya hukum penangkapan tersebut MS melakukan perlawanan terhadap anggota dengan berusaha merebut senjata dari genggaman anggota dilapangan dan berusaha untuk melarikan diri.

"Akhirnya, petugas melakukan upaya hukum dengan memberikan tembakan peringatan sebanyak 2 kali ke udara, akan tetapi MS tetap melarikan diri dan tidak menghirauan peringatan, karena dianggap sudah mengancam nyawa petugas kemudian dilakukan tindakan tegas terukur yang mengenai bagian paha sebelah kiri," terangnya.

Kemudian, petugas membawa MS ke Puskesmas Tanjung Pati guna mendapatkan penanganan medis yang kemudian dirujuk ke RS Adnan WD Payakumbuh. Akan tetapi MS tidak tertolong dan dinyatakan Meninggal Dunia.

Hingga saat ini tim gabungan dari Satresnarkoba Polres Cilegon dan Satresnarkoba Polres Serang Kota masih melakukan pengembangan terhadap jaringan pengedar narkotika jenis sabu tersebut.

"Akibat perbuatannya, tersangka terancam pidana mati atau seumur hidup dengan Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika," pungkasnya(Firasat/Red)

berita terkait

Komentar