Bakal Calon Wali Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati
Bakal Calon Wali Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati

Hasil Swab Bakal Calon Wali Kota Cilegon Berubah Ubah, Publik Harus Percaya Yang Mana?

CILEGON, TOPmedia - Hasil swab terhadap Bakal Calon Wali Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati yang berubah-ubah menjadi sorotan publik, baik di daerah maupun nasional. Pasalnya, warga mempertanyakan hasil swab yang berubah dalam hitungan jam tersebut.

Sierra Nasution, salah seorang warga yang mengikuti perkembangan berita terkait issue Positif Covid-19 yang beredar terhadap Ratu Ati Marliati mengaku terheran heran. “Teorinya begini, kalau viral load kurang sehingga terdeteksi hasil negatif, tidak mungkin positif di tengah-tengah. Pasti pada hasil negatif saat ini akan menunjukkan tambah positif karena viral loadnya nambah sesuai hari inkubasi,” kata Sierra kepada Topmedia.com, Kamis (10/9/2020).

Menurutnya, jika keduanya diadukan teori viral load harusnya kronologi hasil adalah negatif – positif – positif – positif – bisa jadi negatif (setelah diobati & setelah 2 minggu, red).

“Ngga ada ceritanya positif ke negatif selang kurang dari 24 jam dengan metode PCR, kecuali salah sampel,” tuturnya.

Viral load adalah jumlah virus yang berada dalam tubuh. Dia semakin banyak seiring hari inkubasi karena virus memperbanyak diri di dalam tubuh.

“Simpelnya begini, viral load jumlah virus hari Senin 10, Selasa 100, Rabu 1000. Harusnya kalau Senin positif, Selasa makin positif. Jadi aneh kalau Senin positif Selasa kok negatif,” ujarnya.

"Padahal, yang negatif kan dari dua rumah sakit, 1 rujukan KPU (Komisi Pemilihan Umum), yang 1 malah RS Independen berskala Internasional. Aneh kan ya,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekjen Relawan Kompas, Mulyadi Sanusi mengatakan, jika menurut keterangan dari pihak IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kota Cilegon bahwa hasil swab bisa berubah dengan cepat, lalu bagaimana pertanggungjawaban hasil swab yang selama ini sudah dilakukan di Indonesia.

“Ribuan hasil swab yang sudah ada selama ini gimana posisinya, jika memang hasil swab itu bisa berubah dengan cepat dari negatif ke positif atau sebaliknya,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, selama ini rakyat Indonesia sudah mengamini bahwa hasil swab itu menjadi pijakan dasar seseorang positif atau negatif.

“Nah, keterangan pihak IDI yang menyebut hasil swab itu bisa berubah dengan cepat tentu menjadi masalah. Lalu, kita ini mau percaya sama hasil yang mana kalau begini jadinya,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua IDI Banten, Budi Suhendra mengatakan, terkait hasil tes swab bisa menjadi negatif menjadi positif dalam waktu dekat.

“Hasil pemeriksaan positif berubah jadi negatif atau sebaliknya, itu bisa terjadi meski dalam waktu yang dekat. Semua punya makna, jadi kita bisa lakukan analisis kedokteran,” pungkasnya.(TM5/Red).

berita terkait

Komentar