Pedagang daging.*
Pedagang daging.*

Harga Daging Sapi Lokal Masih Rp120 Per Kilogram

SERANG, TOPmedia  - Harga daging sapi lokal di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang saat ini masih tinggi, yakni berkisar Rp120 per kilogramnya. Sementara harga daging sapi impor berkisar di harga Rp80-85 ribu yang dijual di Pasar Modern. Menurut para pedagang daging sapi, sejak lebaran Idul Fitri kemarin, harga daging sapi belum ada penurunan.

Salah seorang pedagang daging sapi di pasar RTC, Mufrod (45) mengatakan, harga daging sapi lokal belum mengalami penurunan sejak bulan Ramadhan lalu, bahkan diperkirakan akan naik menjelang lebaran Idul Adha yang tinggal beberapa pekan lagi.

“Harga daging sapi lokal masih dikisaran Rp120 ribu per kg, saya sebagai pengecer  tidak tahu pasti sebabnya, tapi ditingkat jagal (pemotongan hewan,red) harganya masih tinggi sama sewaktu bulan puasa kemarin," ujar Mufrod, Selasa (09/08/2016).

Ditambahkan Mufrod, malah ada kecenderungan harga daging sapi ini naik menjelang Idul Adha, karena biasanya dipengaruhi tingkat konsumsi masyarakat yang meningkat.

"Biasanya kalau menjelang Idul Adha, warga banyak yang membeli daging sapi untuk kebutuhan Idul Adha. Sehingga harga di tempat pemotongan sapi harganya juga ikut naik, tapi mudah-mudahan sih normal” Kata Mufrod.

Ditanya terkait persaingan dengan adanya daging sapi impor, Mufrod mengaku tidak merasa tersaingi. Meski harga daging sapi Impor lebih murah yang dijual di pasar modern seharga Rp80 ribu sampai Rp85 ribu per kg. Karena masyarakat lebih banyak memilih daging yang masih segar meskipun harganya lebih tinggi.

"Pembeli daging biasanya lebih memilih untuk beli yang masih segar, ketimbang dagi sapi impor meskipun harganya relatif lebih murah," tambah Mufrod.
 
Dari hasil penjualan,  perhari biasanya Mufrod menjual daging sapi segar ini sebanyak 100 sampai150 kg.

"Rata-rata pedagang berharap, harga daging sapi impor dan lokal bisa seimbang, sehingga nantinya dapat lebih mudah terjangkau masyarakat dan menambah pendapatan bagi para pedagang," katanya. (Mg-2/red)

berita terkait

Komentar