Anggota Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) Kedutaan Unival usai mengikuti diskusi tentang sejarah IMC di depan Sekretariat Kedutaan Unival, Kota Cilegon. (Firasat/TOPmedia)
Anggota Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) Kedutaan Unival usai mengikuti diskusi tentang sejarah IMC di depan Sekretariat Kedutaan Unival, Kota Cilegon. (Firasat/TOPmedia)

Guna Menjaga Nalar Ditengah Pandemi, Mahasiswa Cilegon Gelar Diskusi Sejarah IMC

CILEGON, TOPmedia – Ditengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir, tidak menyurutkan sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) untuk melakukan kerja-kerja organisasi kemahasiswaan.

Baca Juga

Kali ini, Pengurus Kedutaan IMC Universitas Al-Khairiyah (Unival) menggelar diskusi guna merawat nalar dengan mengangkat tema "Sejarah IMC" di Sekretariat IMC Kedutaan Unival, Kota Cilegon, Jumat (19/3/2021).

"Berbicara sejarah IMC bukan sekadar berbicara masa lalu saja, tapi berbicara sejarah IMC berbicara memperjuangkan IMC itu sendiri," Kata Duta Besar IMC Unival, Arifin Solehudin kepada TOPmedia.co.id, Jumat (19/3/2021).

Menurutnya, sebagaimana salah satu tujuan IMC yang termaktub dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (Ad/Art). "Yaitu membangun masyarakat yang berkeadaban menuju terciptanya civil society serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia," terang Mahasiswa Unival tersebut.

Sementara itu, Ketua Bidang Kaderisasi IMC Unival, Ahmad Maki mengatakan, diskusi tentang sejarah IMC perlu dilakukan karena merupakan kewajiban yang harus dilakukan sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL) pasca pelaksanaan Latihan Kader Organisasi (LKO). Selain itu juga guna menjaga nalar mahasiswa di tengah Pandemi Covid-19.

Menurutnya, berbagai diskusi dengan masing-masing tema telah diatur dalam Peraturan Organisasi (PO) yang diprakarsai oleh Firasat Nikmatullah selaku Sekretaris Jenderal PP IMC periode 2016-2018. Dikatakan Maki, tertuliskan bahwa RTL ini menjadi kewajiban yang harus dilakukan dan diikuti oleh anggota pasca LKO.

"Meski pandemi, hal ini tetap harus dilaksanakan," tegasnya.

Ia juga menuturkan, dengan adanya diskusi sejarah IMC bisa menumbuhkan "Science Of Belonging" terhadap organisasi.

"Presiden Soekarno juga pernah menitipkan pesan kepada kita, 'Jas Merah' yang artinya jangan sekali kali melupakan sejarah," imbuhnya.(Firasat/Red)

berita terkait

Komentar