ilustarsi (foto:net)
ilustarsi (foto:net)

Gubernur Banten Tidak Akan Beri Bantuan Hukum Terkait Kasus Anak Buahnya

SERANG, TOPmedia - Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Kepala Biro Bina Infrastruktur dan SDM Pemprov Banten Wirahadi Kusuma, yang ditahan tim penyidik Pidsus Kejati Banten, Senin (22/5/2017) kemarin.

Sebab menurut Wahidin, kasus yang menjerat mantan Kepala Biro Perlengkapan dan Aset Daerah Pemprov Banten tersebut merupakan kasus korupsi. Wirahadi dinyatakan bersalah karena terbukti menggelapkan uang negara dalam kegiatan pemeliharaan kendaraan roda empat dengan pagu anggaran sebesar Rp12.027.898.280 pada 2014 lalu.

"Bantuan hukum normalnya memang ada di Biro Hukum Pemprov Banten. Tapi kita akan lihat dulu, ini kan kasusnya korupsi," kata Wahidin saat ditemui wartawan di Pendopo Gubernur Banten, Selasa (23/5/2017).

Wahidin menambahkan, ia akan sepenuhnya menyerahkan kasus yang menjerat Wirahadi tersebut kepada pihak yang berwenang. "Itu kan masalah hukum, jadi saya seluruhnya  seluruhnya kepada kejaksaan," tuturnya.

Terkait posisi yang ditinggalkan Wirahadi setelah ditetapkan sebagai tersangka, Wahidin mengatakan dalam waktu dekat akan berkoordinasi untuk mengisi kekosongan jabatan di Biro Bina Infrastruktur dan SDM Pemprov Banten. "Nanti kita lihat lagu ketentuannya seperti apa, aturannya kan ada," terangnya.

Wahidin juga menegaskan, akan memperkuat kerjasama dengan KPK agar kasus yang serupa tidak terjadi di masa pemerintahannya lima tahun kedepan.

"Kita kan sudah ada tim pembinaan dari KPK, jadi kita upayakan untuk terus memberantas masalah korupsi di provinsi. Kalau masih korupsi aja berarti kebangetan," tandasnya.(Gat/Red)

 

berita terkait

Komentar