Koordinator GEMPA (Gerakan Menolak Politik Dinasti), Muhammad Farid. (Foto: TOPmedia)
Koordinator GEMPA (Gerakan Menolak Politik Dinasti), Muhammad Farid. (Foto: TOPmedia)

Gempa Minta Masyarakat Banten Tidak Pilih Keluarga Dinasti di Pilgub

SERANG, TOPmedia – Gerakan Masyarakat yang menamakan dirinya GEMPA (Gerakan Menolak Politik Dinasti), Rabu (3/8/2016) siang tadi melakukan deklarasi penolakan politik dinasti di salah satu rumah makan di Kota Serang.

Muhammad Farid selaku koordinator GEMPA mengatakan, deklarasi penolakan dilakukan, karena selama ini politik dinasti sudah menguasai tatanan politik dan ekonomi di Banten selama 16 tahun lamanya.

Untuk itu, dirinya dan kelompoknya melakukan gerakan moral ini, dengan tujuan memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang bahayanya politik dinasti.

"Maka kami warga Banten harus melakukan gerakan moral bernama 'Gempa' yang isi deklarasinya menolak dinasti kembali di Pilkada Banten 2017 mendatang. Menolak politik uang dan yang mendukung pemimpin daerah yang bebas dari politik dinasti dan KKN," ujarnya.

Menurut Farid, dalam pelaksanaan Pilkada di Banten pada 2017 mendatang, potensi lahirnya kembali politik dinasti terlihat. Terlebih saat ini politik dinasti masih memiliki kekuatan di empat kabupaten kota di Banten yakni Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Tangsel dan Kabupaten Pandeglang.

"Melihat kembalinya dinasti berkuasa di Banten itu diindikasikan dengan menangnya empat orang dari keluarga dinasti Atut di empat kabupaten dan kota. Untuk itu, kita mendeklarasikan GEMPA karena ternyata politik dinasti ini belum berakhir dan mencoba kembali menguasai Banten,” tukasnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Banten, pada saat Pilgub Banten nanti agar masyarakat tidak menerima politik uang.

"Kalo sampai menerima politik uang, nanti mereka akan menyesal karena di Banten akan di kuasai oleh pemimpin yang korup," pungkasnya. (Gilang/red)

berita terkait

Komentar